Tak Bayar Insentif Nakes, Bupati Morotai Semprot Kadinkes dan Dirut RSUD

MOROTAI-PM.com, Bupati Pulau Morotai Benny Laos, menyemprot dua pejabat Pemda Morotai yang bertugas di bidang kesehatan yakni Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dr Julyus Gischard Kroons dan Dirut RSUD Morotai dr Novindra Humbas.

Kedua pejabat yang dituding oleh orang nomor satu di pemerintahan Morotai itu lantaran tidak memberikan hak para tenaga kesehatan. Akibatnya, keduanya seringkali diberikan phunismant.

"Dr is dan Dr toni ini suka dapa panismen, panismen cuma ulang-ulang saja tak lain tahan orang pe gaji, orang pe hak, kenapa sih.?,"kesal Benny, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan vaksinasi Covid 19 bertempat di depan puskesmas Daruba Selasa (9/2/2021).

Pernyataan Benny dihadapan puluhan tenaga kesehatan itu disampaikan setelah Benny menanyakan soal insentif kepada tenaga kesehatan."Kalian punya uang insentif sudah di bayar atau belum..?,"tanya Bupati,

Dengan spontan tenaga medis menjawab "belum di bayar hingga kini pak bupati,"jawab para tenaga medis itu.

Mendengar jawaban itu, Benny langsung merasa geram sehingga meminta kepada Kadinkes untuk segera membayar insentif dimaksud. Bahkan, dirinya meminta tim medis segera melaporkan kepadanya jika tidak dilakukan pembayaran.

"Minggu ini belum di bayarkan, WA saya, itu sudah masuk Rp 3 Miliar lebih cuman tahun kemarin karena tidak bisa di APBD-kan makanya pindah ke ini, sehingga sedikit terlambat,"pintanya.

Sementara Kadinkes Morotai dr Julyus Gischard Kroons ketika dikonfirmasi terkait insentif dirinya berjanji akan melakukan pembayaran.

"Mudahan-mudahan keuangan segera dibayarkan dalam minggu ini dan bisa cair, kemarin itu sudah terbayar semua saat ini sekitar dua atau tiga bulan yang belum di bayarkan dan untuk sumber Anggaranya Dana dari tambahan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari pusat kementrian kesehatan RI,"ungkapnya.

Ditanya apakah untuk tahun 2021 ini masih ada dana untuk para tenaga medis, masih menunggu petunjuk dari pusat. "Untuk tahun ini belum ada informasi kita lagi menunggu petunjuk dari Pusat,"tambahnya. (Ota/red)

Komentar

Loading...