Mengaku Tidak Tahu Nominal Anggaran Nautika

Terjerat Kasus Korupsi Nautika, Imran Yakub Pasrah

Imran Yakub

TERNATE-PM.com, Kasus Dugaan penyalahgunaan anggaran pengadaan kapal Nautika yang menyeret mantan Kepala Kadis Pendidikan dan kebudayaan Maluku Utara, Imran Yakub Dengan nilai anggaran miliaran rupiah atas temuan inspektorat Malut tahun 2019, sudah masuk dalam tahap penetapan tersangka. Penetapan dirinya sebagai tersangka, mantan Kadis Pendidikan Malut ini mengaku pasrah.

"Sekarang sudah di tetapkan sebagi tersangka, karena itu tinggal selanjutnya kita berikan kepercayaan penuh kepada penyidik," ungkap Imran Yakub saat dikonfirmasi usai bertandang ke Kejati Malut, Selasa (23/2).

Menurut Imran, sebagai warga negara yang baik, pihaknya akan tetap mengikuti proses hukum yang berlaku. "Sebagai warga negara saya tetap patut pada hukum dan undang-undang,"tuturnya.

Imran Yakub bilang, kehadirannya di Kejati hari ini hanya untuk melaporkan diri.  "Karena waktu itu istri saya sedang sakit akibat saya tidak hadir, sehingga hari kedatangan saya hanya untuk melaporkan ke penyidik," akunya.

Iya juga mengaku, sesuai informasi yang diterima, hasil audit Inspektorat Malut dalam masalah ini memang tidak ada kerugian negara. "Informasi nya begitu, tapi hasil audit Inspektorat sendiri sampai sajauh ini saya belum pernah baca hasilnya," paparnya.

"Karena saya pada tahapan-tahapan atau proses kapal tersebut saya tidak tau lagi, bahkan uang kapalnya sediri saya tidak tau sebesar nilainya," sambungnya.

Untuk diketahui, empat orang yang ditetapkan tersangka sesuai yang diumumkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Malut, Erryl Prima Putera Agoes, (10/2) dengan inisial masing-masing, IY, ZH, RZ dan IR. (agh/red)

Komentar

Loading...