poskomalut.com
baner header

Tersangka Kasus Korupsi Lahan GOR Bisa Bertambah

Kasie Pidsus : Semua Tergantung Rahmat Safrani

WEDA-PM.com, Sepuluh orang saksi akan kembali dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Weda. Ini dalam rangka mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan pembangunan Gelangang Olahraga (GOR) Fagogoru. Sepuluh saksi dari Pemkab Halmahera Tengah (Halteng) yang dimaksud adalah Akmal Basir, Muhammad Iksan, Ruslan Kasim, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arief Djalaluddin.

Kemudian mantan Bendahara Bagian Pemerintahan Supriyanto, Bainuddin dan Fardi Mahmud. Ada juga mantan Kasubag Pertanahan yang saat ini menjabat Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Zakaria Latif, serta Mantan Kaban Bappeda Husen Nurdin dan mantan Kaban BPKAD Abdurrahim Yau.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Weda, Eka Hayer menyatakan, penyidik sudah melakukan pemanggilan saksi dalam beberapa minggu ini. Pemanggilan saksi diawali dari Pemda Halteng. Sementara pemilik lahan dijadwalkan pekan depan.

“Berhubung kita konsentrasi pada beberapa kasus penyelidikan maka kita agendakan dua minggu. Minggu ini kita periksa dari pemerintah dan minggu depan pemilik lahan. Saksi dari pemda yang sudah diperiksa adalah Ruslan Kasim, Akmal Basir dan Kadis PUPR Arief Jalaluddin. Sisanya akan diperiksa lagi dalam minggu ini,”jelas Kasi Pidsus, Selasa (29/9).

Dia bilang, dalam waktu dekat jika pemeriksaan saksi dari pemerintah dan pemilik lahan semua sudah selesai dan rampung, maka pemberkasan akan dilakukan di bulan oktober mendatang. “Jadi ini pemeriksaan untuk merampung berkas perkara tersangka Rahmat Safrani,”ucapnya.

Kasi Pidsus ketika ditanya selain mantan Kabag Pemerintahan Rahmat Safrani, apakah ada tersangka lain?. Dia menjelaskan, semua nanti dilihat perkembangan pada saat penyidikan. Sebab, pihaknya masih mendalami lagi.

Meski begitu, ada tersangka tambahan atau tidak semua tergantung dari Rahmat Safrani. Apabila Rahmat patah jari alias buka suara uang mengalir ke siapa dan siapa dibalik semua ini maka tentu akan ada tambahan tersangka.

“Semua tergantung Rahmat. Kalau rahmat korporatif dan buka siapa dibalik ini. Kalau Rahmat mau sendiri ya akan tutup. Tapi kalau mau banyak dia akan buka. Dan kami akan kejar karena kami tidak main-main,”tegasnya. (msj/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: