Tukang Ojek Diciduk BNNP Malut Saat “Jemput” Narkotika di Mangga Dua

Tersangkan, belakang (kiri) saat diamankan di Kantor BNNP Malut

TERNATE-PM.com   Badan Narkotika Nasional
Provinsi (BNNP) Maluku Utara (Malut) kembali meringkus salah satu tukang ojek
di kawasan Mangga dua pada Minggu, (01/12/2019) sekitar pukul 14:10 Wit.
Penangkapan tersangka bermula saat dirinya akan mengambil barang haram tersebut
di depan Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Kelapa Pendek untuk nantinya diedarkan.

Berdasarkan data yang diperoleh poskomalut.com dari hasil konferensi
pers dengan media yang dilakukan pada Senin, (09/12/2019) di ruangan rapat
kantor BNNP Malut oleh Plt penyidik Ipda MudjakirSyahdjua saat didamping Humas
BNNP Zulziah Wati mengatakan, penangkapan tersebut bermula saat petugas
mendapatkan informasi bahwa akan dilakukan peredaran narkotika di sekitaran SD
Negeri 01 Kelapa Pendek, Kelurahan Mangga Dua Utara, Kecamatan Ternate Selatan.
" Berdasarkan informasi bahwa akan diadakan transaksi sabu oleh informan
yang sudah kita ikuti beberapa minggu lalu sebelum penangkapan ini. Bertepatan
dengan itu, pukul 12:00 wit  kita sudah
berada di lokasi untuk melakukan pengawasan di sekitar TKP dengan dilengkapi
alat bukti berupa foto dan video. Itu merupakan salah satu alat bukti kita
karena ini merupakan tangkap tangan di lapangan, sehingga alat bukti ini
semakin mendukung kita dalam melengkapi berkas perkara", ungkapnya.

Ipda Mudjakir juga menambahkan, dari tangan
tersangka yang mengaku  bernama Muhamad
Risal Rumra alias Risal (26 tahun), beralamat di Kelurahan Mangga Dua Utara,
ditemukan satu bungkus plastik bening berisikan kristal warna putih dengan
berat bruto kurang lebih 5,26 gram. Setelah dilakukan penyidikan, satu bungkus
plastik bening berisikan Kristal warna putih tersebut diletakan di depan SD
Negeri 01 Kelapa Pendek yang dibalut tisu dan dimasukkan ke dalam pembungkus
rokok gudang garam warna coklat. " Terkait penangkapan terhadap pelaku,
dirinya ternyata juga mempunyai jaringan dengan target BNNP. Kewenangan yang
diberikan kepada kami  3x24 jam setelah
kita lakukan penangkapan, setelah kita lakukan penyidikan dan bukti hasil pemeriksaan
Laboratorium Forensik Makassar diketahui adalah narkotika golongan I jenis
shabu. Kami juga mengamankan satu buah Hp merek Vivo sebagai bb guna dilakukan
penyelidikan", terangnya.

Status pelaku yang sebelumnya sebagai terduga
saat penangkapan yang dilakukan pada hari minggu telah ditingkatkan statusnya
sebagai tersangka dan tahanan BNNP pada Sabtu, (07/12/2019) setelah bb positif
narkotika dan telah ditingkatkan status penyidikannya yang juga diperkuat
dengan pengakuan tersangka setelah penangkapan. " Sampai saat ini juga
kita telah memperoleh keterangan-keterangan saksi untuk melengkapi berkas
perkara, dalam waktu dekat ini juga akan kami mempercepat kasus yang ada.
Mengingat juga  kalau BNNP penyidikannya
dalam waktu 20 hari saja sudah harus dikirim jadi kita mempercepat. Pada saat dilakukan
penangkapan BB berada ditangan tersangka dan ia mengakuinya kalau BB didapatkan
dari jaringan yang sudah kita targetkan. tegasnya.

Terkait jaringan sementara BNNP belum
bisa  berikan keterangan lebih luas
karena masih dalam pengembangan penyelidikan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat
dengan Pasal 114 Ayat (1), Pasal 112 Ayat (1), Undang-Undang Nomor 35 Tahun
2009 tentang Narkotika yakni memiliki, menyimpan dan menguasai Narkotika
golongan satu bukan tanaman serta menawarkan untuk dijual, menjual, membeli,
menukar atau menyerahkan Narkotika golongan satu dengan pidana penjara paling
singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun kurungan penjara. (Cr01-red)

Komentar

Loading...