Uang Duduk Gugus Tugas Covid Halteng Rp 2 Juta, Petugas Lapangan Gigit Jari

Petugas lapangan saat melakukan protes

"Dorang Makan Minum Sadap Baru Torang di lapangan Cuma Makan Pisang Bakar"

WEDA-PM.com, Menjadi orang garda terdepan dalam melakukan penjagaan di pos jaga penanganan virus corona atau covid 19 di Halmahera Tengah (Halteng), petugas jaga di pos moreala yang merupakan pintu masuk Weda, gigit jari. Pasalnya, selama 1 bulan gugus tugas percepatan penanganan virus corona pemkab Halteng tidak membayar honor mereka. Padahal, petugas yang rata-rata satuan polisi pamogpraja (Satpol-PP) tersebut sudah menjalankan tugas dengan baik.

Ini terkuak setelah para petugas melakukan protes dan mendatangi tim gugus tugas di Kantor Bupati, Senin (11/05/2020). Hanya saja, mereka tidak bertemu dengan tim gugus tugas yang berkantor di lantai dua kantor Bupati itu.

Salah Satu petugas satpol PP Robbo, menyatakan, satu bulan petugas jaga di Posko penanganan Covid-19 yang berada di Desa Wedana Kecamatan Weda, belum mendapat honor. "Satu minggu pertama di bulan Maret, torang dapat honor itu. Tapi sekarang sudah 1 bulan honor kami belum ada bayar sama sekali,"ungkapnya, yang ikut diamini sejumlah petugas, Senin (11/5) di kantor bupati.

Ia menjelaskan, demi menjaga halteng bebas dari virus mematikan itu, siang malam mereka siaga melakukan penjagaan tanpa kenal lelah. Namun, itu tidak berbanding lurus dengan apa yang mereka dapat saat ini.
"Siang malam kami jaga, tapi kenapa honor kami masih belum juga dibayar. Padahal anggaran Covid-19 sangat banyak,"ucap sejumlah petugas menambahkan.

Menurut dia, sesuai SK pertama honor dibayar Rp150.000 ribu per orang dalam satu minggu. Setelah itu SK direvisi honor turun jadi Rp 850 ribu. Lagi-lagi perubahan SK dilakukan, kali ini honor petugas naik jadi Rp. 2 juta perbulan. Hanya saja kata dia, honor Rp2 juta perbulan itu tidak jalan lantaran SK kembali direvisi menjadi Rp1.750 ribu.

Para petugas ini pun menyoal, tim gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Halteng, yang didalamnya Kepala Dinas (Kadis), Kaban, maupun Asisten, dan Staf Ahli. Sebab, mereka mendapat honor Rp. 2 juta. Padahal, mereka cuma duduk rapat di ruangan AC. Sementara petugas di lapangan yang berjaga siang malam di pos tidak dapat seperti mereka di ruang AC.

"Dorang makan minum sadap baru torang di lapangan makan cuman pisang bakar, karena honor dong tra kase-kase. Kami berharap kalau ada perubahan aturan mohon diinformasikan biar kita di lapangan juga tahu,"tandasnya.
Seraya menambahkan, mereka tidak akan melakukan penjagaan jika honor mereka tidak bayar. "Torang juga ada anak istri yang butuh makan dan minum bukan cuman ngoni saja,"kesalnya.(msj/red)

Komentar

Loading...