poskomalut.com
baner header

Pemanasan di Stadion Mandala, Nostalgia Coach Poci dan Motivasi Bagi Pemain

JAYAPURA-PM.com, Tim sepak bola Malut mendapatkan jadwal uji coba lapangan di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu 25 September kemarin. Uji coba lapangan sudah mejadi ketentuan dari Panitia PON Papua bagi setiap cabor bola kaki masing-masing daerah.

Tim bola kaki Malut yang diarsiteki coach Poci Rivai ini langsung memanfaatkan waktu dengan menjajal salah satu lapangan terbaik di Indonesia itu.

Poci mengatakan, saat uji coba lapangan, ia memberi kesempatan kepada anak asuhnya untuk merasakan sentuhan dan kualitas terbaik Stadion Mandala. Ini dilakukan untuk memberikan rasa percaya diri dan motivasi bermain saat laga resmi yang bakal dihadapi nanti.

“Ini salah satu lapangan terbaik. Saya pernah bermain di sini. Saat petandingan liga Champions Asia juga bermain. Jadi untuk memupuk rasa percaya diri dari anak-anak. Kita mencoba sesuatu (stadion) yang baru, nanti akan kita bertanding di situ,” ujarnya kepada awak media usia sesi uji coba lapangan.

Dikesempatan itu, Poci yang mantan permain Persipura itu memberi sprit kepada anak didiknya.

Nostalgia

Di stadion Mandala, ia (Poci) mengisahkan pernah menjadi idola. Ia berlari, menggiring bola, lalu mencetak gol kegawang lawan. Hal itu ia lakukan saat masih menjadi andalan lini depan tim Mutiara Hitam julukan Persipura.

“Saya dan asisten saya selalu sampaikan pe dorang. Bahwa jangan takut. Lapangan ini bagus. Dan kita punya kualitas yang sama dengan tim-tim lain. Ini tong (kita) pe (punya) lapangan. Jadi tong harus tunjukan kekuatan terbaik,” ujarnya.

“Tidak usah takut. Kita disini mendapatkan dukungan dari ratusan bahkan ribuan warga Maluku Utara yang ada di Jayapura. Jadi kita berjuang demi Maluku Utara. Demi nama ini, sebuah logo yang ada di dada ini,” sambung Poci sembari menujuk lambang Marimoi Ngone Futuru di dadah kanannya.

Motivasi

Motivasi paling penting bagi para pemain adalah menganggap semua pertandingan adalah final. Untuk meraih point pentuh, strategi dan kulitas permainan terbaik harus ditujukkan.

“Menurut orang ini grup neraka. Lalu dengan begitu kami harus menyerah. Tidak! Kita bermain dengan kekuatan dan kualitas maksimal. Torang bertarung dulu baru tong tahu ini grup neraka. Kami selalu bilang ke mereka (pemain) agar bermain tidak ada beban. Semangat bermain seperti torang-torang dahulu. Sehingga torang bermain di sini (Mandala) sama seperti bermain di kandang sendiri,” ucapnya.

“Soal harapaan, saya selalu minta agar anak-anak selalu sehat sampai di Papua. Sekarang sudah di Papua, dan saya sampaikan kepada mereka, saatnya kita jemput itu (kemenangan). Dan, membawa pulang hasil maksimal,” tandasnya.

Adapun antusias, dukungan moril dan materil Kerukunan Keluarga Maluku Utara (KKMU) Jayapura menjadi motivasi dan semangat bagi para official tim maupun atlit-atlit yang memperjuangkan nama baik Moloku Kie Raha di bumi Cendrawasi. (VhR/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: