poskomalut.com
baner header

Wabup Kepsul Sepakat Masjid Pohea Dibawa ke Ranah Hukum

SANANA-PM.com,Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Zulfari Abdula Duwila, turut prihatin dengan proyek pembangunan masjid Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara. Pasalnya, proyek yang dikerjakan sejak 2015 dan sudah menghabiskan anggaran negara sebesar Rp 4,5 miliar lebih tersebut hingga kini masih terbengkalai.

Menurut Zulfahri, Inspektorat selaku tim audit internal pemerintah daerah (pemda) harus mengaudit ulang anggaran proyek pembangunan masjid tersebut. Sebab, kalau dilihat dari anggaran yang terpakai dengan kondisi fisik bangunan masjid sangat tidak berbanding lurus. “Inspektorat harus audit ulang proyek itu sehingga bisa diketahui berapa kerugian pada proyek tersebut karena kondisi fisik bangunan memang tidak berbanding lurus dengan anggaran yang terpakai,”ujar Zulfahri, Selasa (3/12/2019).

Menurut Zulfahri, untuk proyek pembangunan masjid tersebut, pihaknya sudah pernah mempertanyakan pada dinas terkait, bahkan pada saat itu pihaknya meminta dinas segera menyelesaikan pembangunan.

Sedangkan terkait rencana Komisi III DPRD Kepsul yang akan merekomendasikanke proyek masjid tersebut ke ranah hukum, kata Zulfahri, justru jauh lebih bagus karena berdasarkan rapat dengar pendapat antara DPRD dan dinas terkait berapa waktu lalau pejabat pembuat komitmen (PPK) pada masjid tersebut juga telah mengakui kalau pembangunan masjid memang bermasalah. “Kalau DPRD mau rekomendasikan masalah itu ke ranah hukum itu bagus karena itu akan membuat semua menjadi terang,”jelasnya. (fst/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: