poskomalut.com
baner header

Wali Kota Ternate Diminta Selesaikan Dana Bosda Belum Terbayar

TERNATE-PM.com, Wakil Ketua II DPRD Kota Ternate Jadid Ali kembali pertanyakan Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) selama tiga bulan April, Mei dan Juni 2020 belum diberikan ke sekolah-sekolah di Kota Ternate.

Jadid mengatakan, apa penyebab pembayaran dana Bosda selama tiga bulan terealisasi. Menurutnya, Pemerintah Kota Ternate harus transparan dalam pengelolaan anggaran, tidak terkesan tertutup dengan kondisi keuangan seperti ini.

“Alasan pemerintah tidak mau bayar itu ada apa? penyebabnya apa? Apalagi ini masalah pendidikan jadi anggarannya itu harus dialokasikan,” ungkap Jadid pada poskomalut.com, Rabu (12/08/20) saat di kantor DPRD Kota Ternate.

Pemkot Ternate dalam hal ini dinas pendidikan harus melalui tahapan evaluasi dan tidak boleh asal-asalan, kalau memang sudah dialokasikan agarannya kenapa tidak membayar dana Bosda.

“Pemerintah harus memberikan alasan yang tepat,” imbuhnya.

“Kalau masalahnya administrasi, maka panggil saja yang berwenang untuk mengurus administrasi tersebut, ataukah belum ada dropping dari pemerintah pusat, atau kesalahan kesalahan teknis di SKPD terkait,” tanya Jadid.

Menurutnya ia, alokasi anggaran pendidikan tidak bisa digeser dan diajukan untuk ke pos lain, terkecuali ada hal urgent baru bisa digeser. Tetapi kata Jadid, sepanjang kondisi masih aman, tidak boleh terjadi keterlambatan pembayaran dana Bosda selama 3 bulan.

“Kalau alasan Covid-19, sampai hari ini realisasi anggaran penanganannya juga tidak jelas dan sistem pengawasannya kurang pas,” ungkapnya.

Jadid menjelaskan persetujuan DPRD tentang alokasi anggaran tahun 2020 sudah ada ploting dana itu. Sudah diberikan masukan dan melakukan pemantauan tapi kebijakan sepenuhnya ada di Pemerintah Kota Ternate.

“Jadi Pemkot harus punya kepedulian terhadap pendidikan yang tinggi,” paparnya.

Dirinya juga menambahkan, Wali Kota Ternate harus turut andil terkait dana Bosda yang belum terbayar hingga sekrang.

“Apalagi memasuki masa akhir akhir jabatan wali kota harus membuat kesan yang bagus terkait dengan pelayanan pada masyarakat, apalagi menyangkut dengan pendidikan,” pungkasnya. (Ris/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: