Walikota Ternate Diminta Evaluasi Manajemen PDAM

Sudarno Taher

TERNATE- PM.com, Mendapat banyaknya laporan dari masyarakat terkait buruknya pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Ternate, sehingga anggota Komisi II DPRD Kota Ternate H. Sudarno Taher, meminta pada Walikota Ternate agar mengevaluasi Manajemen PDAM kota Ternate.

Menurut Sudarno, saat ini manajemen PDAM sangat buruk dan kinerja perusahan sangat berantakan. "Kalau menajemen itu buruk maka kinerjanya juga akan buruk, dan menajemen buruk karna pimpinan juga tidak kompoten, sehingga PDAM Kota Ternate hurus dievaluasi," ujara Sudarno pada Poskomalut.com, Senin kemarin (13/7/20).

Lanjut Sudarno, Kalau PDAM dari sisi Manajemen itu bagus, maka hal-hal tekhnis yang terjadi selama ini yang dikeluhkan masyarakat Kota Ternate tidak akan terjadi.

Soal keluhan masyarakat Kota Ternate, sudah terjadi dari tahun-ketahun atau dikatakan keluhan klasik yang tidak bisa diselesaikan PDAM. 'Tidak ada alasan bagi PDAM, apapun alasannya itu akan tidak diterima karena menyakitkan dengan pelayanan kebutuhan mendasar masrakat," tegasnya.

Masyarakat yang menikmati air bersih itu merek bayar, bukan diberikan gratis, sehingga ada timbal balik yang dilakukan oleh PDAM terhadap Masyarakat dan itu perlu dicatat oleh PDAM.

Menurutnya, ketika ada laporan dari masyarakat itu tindak lanjut dari PDAM sangat lambat. Keterlambatan yang dilakukan PDAM itu ada apa sebenarnya. "Seharusnya PDAM melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan pada siapa saja yang menyampaikan keluhan, ini harus diingat oleh seluruh jajaran PDAM," ujarnya.

Maka dari itu dirinya meminta pada Pemda dan PDAM harus serius untuk melakukan evaluasi-evaluasi tim teknis di lapangan, sehinga apa yang terjadi di lapangan bisa diketahui dan banyakanya masalah-masalah yang dikeluhkan warga kota Ternate yang selama ini terjadi. "Apakah masalah-masalah yang terjadi itu disengaja oleh pihak PDAM atau ketersediaan air itu tidak ada," tanya Sudarno.

Sehinga Komisi II DPRD berharap, yang pertama pucuk pimpinanya harus dievaluasi dalam rangka kerja-kerja PDAM itu lebih efektif, yang kedua harus terintegrasi, karena selama ini PDAM melakukan kinerja itu masih menggunakan cara tradisional bukan menggunakan cara moderen sehingga terjadi permaslahan di lapangan itu tidak diketahui oleh PDAM.

Adapun keluhan dari masyarakat yang akhir-akhir ini, terjadi yakni Kel. Tongole, Maliaro dan Kel. Makasar Barat dan terbaru keluhan dari warga Kel. Kastela, dan masih banyak lagi keluhan dari Masyarakat lainya terkait dengan pelayanan air bersih. (Ris/red)

Komentar

Loading...