poskomalut.com
baner header

Warga Galela”Curiga” Mayat Tanpa Kepala Dibunuh

TOBELO-PM.com, Pasca ditemukannya mayat tanpa kepala yakni Karno Maba (23), asal Desa Tutumaleleo Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (25/12/2019) yang terapung di atas laut, membuat sejumlah warga Desa Tutumaleleo merasa tidak puas.

Warga mencurigai bahwa kematian Karno dibunuh. “Saya mendapat laporan dari sejumlah keluarga korban bahwa mereka mencurigai kematian Karno itu dibunuh, maka saya meminta penyidik Polres Halut segera menuntaskan penyebab kematian Karno,” ujar Anggota DPRD Halut Dapil Galela Loloda Samsul Bahri Umar. Kamis (26/2019).
Ia mengatakan, kematian Karno pemuda asal Desa Tutumalelo itu, diluar batas kemanusiaan. Betapa tidak, kondisi mayat yang begitu mengenaskan tanpa kepala, kedua tangan dan kaki kiri, yang tersisa hanya badan tentunya ini muncul berbagai kecurigaan warga, bahwa kematian Karno bukan kebetulan atau kecelakaan, akan tetapi diduga korban dibunuh. “Untuk menjaga situasi keamanan di wilayah Galela Utara, dan kecurigaan warga, maka atas nama keluarga kami meminta pihak Polres untuk secepatnya menuntaskan penyebab kematian almarhum Karno,” ujarnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Halut AKP Rusli Mangoda mengatakan, pihak penyidik polres Halut masih mendalami saksi saksi yang telah dihimpun pihak penyidik. Selain itu, hasil pemeriksaan mayat atau visum juga belum keluar. “Kami masih mendalami saksi-saksi yang telah dihimpun, kemudian hasil visum mayat juga belum keluar, untuk itu, kami minta warga untuk bersabar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kronologis temuan mayat melalui laporan polisi mengatakan, Jama Maba (45), orang tua korban mengungkapkan, anaknya itu sejak Jumat sekira pukul 3.00 dini hari, saat dirinya terbangun dari tidur dan memeriksa di kamar, dengan memastikan korban sudah tidur atau belum. Hanya saja, saat memeriksa, melihat ada orang yang tidur. “Jadi, saya anggap orang itu anak saya, makanya saya tidur kembali,” lanjut Jama. Dua jam kemudian atau tepatnya pukul 5.00 Wit, dirinya kembali terbangun, kemudian memeriksa kamar korban. Ternyata, yang tidur bukanlah korban melainkan ponakannya.”Makanya, setelah itu saya kemudian mencari korban di pantai dan kebun, tapi tidak menemukan anak saya,”ucapnya, menirukan Jama.
Akhirnya, karena tidak menemukan, menurutnya, dia kemudian memberitahukan kepada keluarga, sehingga seluruh masyarakat Desa Tutumaloleo mengetahui kehilangan anaknya itu. “Kepala Desa bersama masyarakat mencari korban di seputaran pantai dan hutan selama empat hari berturut-turut, tapi tidak ditemukan lagi,”terangnya.
Namun, rabu (25/12/2019) Jama mengaku, dia mendapatkan informasi, jika anaknya telah ditemukan oleh salah satu nelayan Desa Salimuli di sekitar Desa Dodowo. Kemudian, jasad anaknya itu langsung diantar mengunakan perahu mesin ke Desa Tutumaloleo. “Jadi, saat mayat tiba disini, kami memeriksa, ternyata benar itu anak saya, dilihat daru karena celana yang digunakan malam itu,”katanya.
Sementara itu, Mohtar Hasan, warga lainnya, juga menyampaikan, malam itu sekira pukul 1.00 wit dini hari, dirinya sedang duduk di perempatan jalan setapak yang tidak jauh dari rumah korban, kemudian melihat korban berjalan menuju ke arah pantai,”Tapi, setelah itu saya lansung pulang kerumah,”katanya.
(mar/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: