Warga Desa Bobane Dano Demo Inspektorat Halbar

Atas Nama PMDBD Gelar Aksi Penyalahgunaan DD dan ADD di depan kantor Bupati

JAILOLO-PM.com, Puluhan masyarakat mengatasnamakan Persatuan Masyarakat Desa Bobane Dano (PMDBD), Kecamatan Jailolo Selatan kembali menggelar aksi di depan kantor bupati Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). Aksi ini berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan anggaran Dan Desa dan Alokasi Dan Desa. 
Koordinator lapangan Noval Sabale, dalam orasinya mengatakan, Badan Permusyawarah Desa (BPD) yang memiliki  fungsi kontrol dan tupoksi sebagai lembaga independen yang mengawasi kenerja kades justru berasal dari dalam keluarga alias anak kandung kades sendiri sehingga tidak ada keprofesional kerjanya.

"Melihat hal ini, dapat disimpulkan bahwa sistem pemerintahan yang berada di Desa Bobane Dano adalah sistem dinasti atau sistem kekeluargaan (Nepotisme). Ini melanggar UU Desa nomor 6 tahun 2014 pasal 29 poin F yang menjelaskan kepala  Desa dilarang melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme," kata korlap Noval kepada wartawan, Senin (2/03/2020).

Noval juga menilai lnspektorat tak mampu menyelasaikan  masalah DD dan ADD di Desa Bobane Dano. Justru lnspektorat membodohi masyarakat desa Bobane Dano. "Inspektorat yang melakukan pengauditan terkait dugaan penyalagunaan anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang digunakan kepala desa (Kades) Sebelum Babua menjabat dari tahun 2017 itu sengaja ditutupi oleh pihak lnspektorat," ungkapnya.

Sementara kepala inspektorat Julius Marau saat melakukan hearing bersama masyarat Desa Bobane Dano di ruangan rapat, mengatakan tuntutan masyarakan itu, sudah laksanakan begitu cepat. "Tuntutan masyarat kami dari inspektorat sangat cepat merespon dan melakuan audit," jelasnya.

Jelius juga menjelaskan terkain laporan hasil pemeriksan bahwanya LHP merupakan dokumen rahasia, dukumen itu wajib memberikan kepada pimpinan daerah, DPRD dan oprik dalam hal ini kepala desa. "Untuk masyarakat nanti kita siapkan iktisar atau isi dari LHP dan akan kami berikan bukan LHP," pungkasnya. (wm01/red). 

Komentar

Loading...