MABA-PM.com, Insiden penyerangan di hutan Waci, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, oleh Orang Tidak Kenal (OTK), kembali terjadi.
Buktinya, Kamis (09/04/2020) lalu, empat warga asal Desa Waci, diserang OTK pada saat berburu dihutan Waci, namun kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.
Hal ini pun mendapat perhatian serius dari tokoh pemuda, Pemerintah Daerah (Pemda) Haltim dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, diminta secara serius menyikapi permasalahan tersebut.
“Kami mendesak Pemda dan DPRD mencari solusi terhadap kasus penyerangan OTK terhadap beberapa warga Waci,”kata, Fesal Hasib.
Sebab, lanjut Fesal, kasus penyerangan warga waci oleh OTK bukan kali pertama, namun sudah berulang kali terjadi dan memakan korban 7 nyawa melayang ‘Meninggal dunia’ dalam 10 tahun terakhir.
“Kejadian terakhir yang memakan korban alia meninggal dunia adalah 1 tahun yang lalu, dimana menewaskan 3 orang warga asal desa Waci,”tuturnya.
Lanjut dia, Kamis lalu, tepat tanggal 09 April 2020, kasus serupa kembali terjadi, namun tidak ada korban jiwa. Maka dari itu selaku tokoh muda Desa Peteley mendesak kepada Pemda dan DPRD, agar segera mencari solusi terkait dengan kasus yang terjadi di hutan kali waci.
“Sehingga kejadian kemarin merupakan kejadian yang terakhir, karena aktivitas di hutan kali waci bagi masyarakat waci Peteley adalah bentuk dari upaya menyambung hidup sehari-hari,”pungkasnya.
Berdasarkan informasi, keempat waraga waci tersebut berada di di hutan belakang desa Waci. Tepatnya, di cibcebi air terjun dua hari lalu, untuk berburu. Namun pada pagi harinya, Kamis (09/04/2020) keempat warga tersebut diserang OTK dan mengakibatkan satu orang terkenal mata panah dibagian punggung atas nama Jailan Jafar, sementara tiga orang rekanya tidak mengalami luka-luka yakni Rajak Rasid, Buang yasim dan Atu yasim. (ngelo/red)



Tinggalkan Balasan