poskomalut, Guna memaksimalkan pembangunan infrastruktur daerah, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Pemkab Haltim) berkomitmen efisiensi anggaran belanja daerah pada APBD Induk 2027.

Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah memproyeksikan penghematan anggaran mencapai Rp17 miliar.

Ini disampaikan Sekertaris Derah (Sekda) Haltim Ricky CH. Ricfat, Selasa (03/11/2026). Ia mengatakan, langkah efisiensi diambil sebagai respons dan penyelarasan terhadap kebijakan Pemerintah Pusat.

Terdapat enam poin utama belanja daerah yang menjadi sasaran efisiensi. Yakni; anggaran perjalanan dinas, intensitas belanja pelaksanaan rapat-rapat, anggaran pelaksanaan sosialisasi, rasionalisasi anggaran bimbingan teknis (Bimtek), penghematan biaya makanan dan minuman (mamin) kegiatan, pengetatan dan efisiensi dalam penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Pemerintah daerah juga melakukan pembatasan ketat terhadap pagu anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tahun 2027, yang kini dibatasi maksimal hanya sekitar Rp15 juta per OPD,” ujarnya.

Untuk itu kata dia, melalui akumulasi penghematan anggaran yang menyentuh angka Rp17 miliar tersebut, Pemkab Haltim mengalihkan alokasi dana secara fokus untuk pembangunan infrastruktur jalan.

“Jadi dari hasil efisiensi ini, Pemda Haltim bisa mengunakan anggaran tersebut untuk pembangunan serta perbaikan jalan sepanjang lebih dari 5 kilometer di wilayah Halmahera Timur,” tuturnya.

Ricky menuturkan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian anggaran secara berkala.

“Apabila ruang fiskal daerah dinilai masih memungkinkan untuk diefisiensikan tanpa mengganggu pelayanan publik, maka langkah rasionalisasi anggaran serupa akan kembali diterapkan secara terukur,” tandasnya.

Ricky menuturkan efisiensi APBD Halmahera Timur, secara khusus ditujukan untuk mendorong peningkatan anggaran belanja pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) guna mengejar target pembangunan infrastruktur, di samping tetap mengoptimalkan pelayanan dasar di sektor pendidikan dan kesehatan.