MOROTAI-PM.com, Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai “ngambek” dengan Bupati Pulau Morotai Benny Laos. “Marajunya” para wakil rakyat Morotai ini, lantaran diduga terkait kebijakan Bupati Benny Laos yang merugikan lembaga DPRD, seperti pergeseran anggaran DPRD untuk penanganan Covid-19, transparansi dokumen anggaran Covid, anggaran reses, anggaran Unipas, serta kebijakan lainnya yang dianggap tidak sejalan dengan DPRD.
Bahkan, para anggota DPRD Morotai kompak tak menghadiri rapat paripurna pengesahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPD) Pemerintah Daerah tahun 2019 dan Rancangan Peraturan Daerah tentang pertangungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019 menjadi Peraturan Daerah. Akibatnya, paripurna yang hanya dihadiri 7 anggota DPRD Morotai gagal dilaksankan, karena tidak memenuhi korum sehingga terpaksa ditunda oleh Ketua DPRD Morotai Rusminto Pawane.
Berdasarkan amatan Posko Malut di kantor DPRD, rapat awalnya dijadwalkan pukul 10.00 WIT tapi tidak memenuhi korum sehingga ke 7 orang itu berdiskusi untuk menundanya hingga pukul 11.15 WIT. Namun, sampai batas wamtu belum ada tambahan anggota DPRD Morotai yang datang, sehingga Rusminto dan dua anggota DPRD masuk ke dalam ruang rapat dan menunda paripurna.
Salah satu anggota DPRD Morotai yang ikut “ngambek” mengaku, ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD itu karena kebijakan Bupati tidak populis.
“Banyak masalah di Morotai, makanya ini bagian dari protes kita,” singkat anggota DPRD yang enggan namanya dikorankan itu.
Ketua DPRD Rusminto, ketika dikonfirmasi, mengaku tidak tahu pasti alasan sejumlah anggota tidak berkantor. “Parpipuran LKPJ ini adalah pengambilan keputusan kita butuh kuorum. Tadi sudah dihubungi Sekwan tapi sejumlah ponsel anggota tidak aktif, sehingga mungkin kita jadwalkan kembali nanti,” ungkap Rusminto.
Sementara sejumlah anggota DPRD lainnya yang berhasil dihubungi, tetapi beralasan masih mengikuti kegiatan partai di luar daerah dan lainnya berada di Tobelo. Rusminto sendiri belum bisa memastikan jadwal paripurna selanjutnya. “Kita rapat dulu, kita harus pastikan dulu kehadiran anggota baru bisa dijadwalkan lagi,” tuntasnya.
Sementara utusan Pemda Morotai yang hadir pada acara itu adalah Wakil Bupati Asrun Padoma serta sejumlah pejabat lainnya termasuk Forkompimda. (ota/red)



Tinggalkan Balasan