TERNATE-PM.com, Universitas Khairun Ternate belum bisa memastikan pelaksanaan wisuda berlangsung. Pasalnya, banyak peserta (mahasiswa) yang tidak inginkan wisuda online, sehingga pihak kampus belum memastikan pelaksanaan wisuda.
Hal ini disampaikan Humas Unkhair Ternate, Suratin Hasan, kepada poskomalut.com, Jum’at (21/11/20). Dirinya mengatakan, sebelumnya, rencananya wisuda akan dilakukan pada bulan Desember. Namun dengan adanya penigkatan zona hijau ke zona orange, sihingga pihak kampus mengambil langkah wisuda online.
“Dari penyampaian warek kemarin, akan dilaksanakan wisuda pada bulan Desember itu karena angka penularan Covid-19 di daerah sudah melandai dan sempat berada di zona hijau,” jelasnya.
“Apabila para wisudawan ingin wisuda secara online maka kita akan melakukanya. Namun standar wisuda online itu 500 wisudawan, tidak bisa lebih, karna zoom itu kapasitasnya terbatas. Tapi banyak yang tidak setuju wisuda secara online,” sambungya.
Saat ini, kata Suratin, pihak kampus tetap membuka penerimaan pendaftaran wisuda dan menunggu perkembangan selanjutnya.
“Andai sudah mencukupi standar untuk, maka kita akan melaksanakan wisuda online,” ujarnya.
Suratin menambahkan, kalau wisuda online tidak mencukupi, parah wisudawan yang sudah terdaftar dan cepat ingin wisuda, bisa langsung mengambil ijazah dan menandatangani surat pernyataan.
“Mereka bisa mengambil ijazah, sudah dianggap sah karena telah selesai yudisium. Kita juga tetap mengikuti prosedur wisuda secara online, karena pemerintah pusat belum menginjinkan wisuda tatap muka,” katanya.
“Sampai saat ini, pendaftaran wisuda untuk universitas Khairun Ternate, berkisar 1,000 orang lebih. Dari berkisar 1000 lebih wisudawan, apabila dikalikan dengan jumlah orang yang hadir ke kampus itu, sekitar 3,000 orang termasuk dengan orang tua. Maka dari akan beresiko ketika kita mau melakukan wisuda secara tatap muka,”sambung Suratin.
Surati bilang, misalnya Ternate sudah mengalami perubahan zona orange ke zona hijau, dapat dipastikan ijinkan dari Satgas Covid untuk mengumpilkan massa di kampus dapat dikantongi.
“Andai saja sudah ada perunahan zona, wisuda tatap muka bisa dilaksanakan,” tukasnya. (Ris/red)



Tinggalkan Balasan