MABA-PM.com, Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Halmahera Timur ( Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar dialog publik di Acrual Caffee, Senin, (09/03/21) malam, hanya dihadiri satu narasumber dari lima SKPD yang diundang.
Ketua PP Haltim, Lutfi Rabbo mengaku kecewa pada sejumlah narasumber yang diundang tapi tidak dapat menghadiri dialog publik dengan tema “Iklim Investasi dan Peningkatan Pendapatan Daerah”.
“Atas nama Pemuda Pancasila jujur saya sangat kecewa. Mengapa, dari lima narasumber yang diundang, hanya 1 yang hadir. 4 SKPD yang diundang diantaranya PTSP, EKBANG, PERINDAG, Bidang Pendapatan, yang hadir hanya narasumber dari dinas PTSP,” ungkap Lutfi dengan nada kecewa.
Padahal kata dia, maksud dan tujuan dari diskusi ini adalah sebagai khazana pengembangan wawasan publik terkait dengan sistem pengelolan pemerintahan yang ada di SKPD bersangkutan. Selain itu, tujuannya agar publik tahu akan pentingnya pembangunan atau peningkatan pendapatan barbasis partisipasi masyarakat.
“Karena publik pada umumnya belum mengetahui secara regulasi bagaimana berurusan dengan sistem pemerintahan. Padahal, setiap waktu juga pemerintah datang tagih pajak ke pedagang atau yang hal lain yang berkaitan dengan investasi sebagaimana klasifikasi perijinan yang ada di daerah,” tandasnya.
“Hal ini menunjukan SKPD masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). Setidaknya ini contoh bahwa kita masih lemah dalam pembangunan berbasis partisipasi publik. Ini menunjukan tingkat kepekaan. Jangan heran, kalau daerah ini lemah soal pengembangan ekonomi,” pungkasnya.
Penulis : IkamIEditor : Ra



Tinggalkan Balasan