MABA-PM.com, SMA Negeri 3 Halmahera Timur (Haltim) benar-benar mengikuti kemajuan teknologi. Pasalnya, sekolah yang dipimpin, Fadli Harun itu, pada ujian kali ini menerapkan ujian sekolah berbasis android.

Sebelumnya, SMA yang terletak di bicoli, kecamatan maba selatan tersebut sudah lebih dulu menerapkan ujian berbasis komputer.

“Ujian android ini perdana. Tapi sebelumnya, waktu ujian nasional itu sudah berbasis komputer,”terang kepsek SMA negeri 3 haltim, Fadli Harun, Senin (29/3).

Meski ujian berbasis android di SMA 3 haltim ini perdana. Namun, pelaksanaan ujian sekolah berbasis android tahun pelajaran 2020-2021 sukses digelar.

“Alhamdulillah, sejak pelaksanaan ujian hari pertama sampai dengan hari terakhir tidak ada kendala, baik mati lampu maupun jaringan internet,”ungkap kepsek.

Kepsek mengatakan, ujian tahun ini adalah perdana bagi dia. Sebab, guru yang membidangi mata pelajaran PKN ini baru dilantik menjadi kepala SMA negeri 3 haltim, pada Rabu (3/3) lalu.

“Ujian kali perdana bagi saya dan juga perdana untuk saya sebagai Kepsek SMA 3 haltim. Karena sebelumnya, saya bertugas sebagai kepsek SMA negeri 7 haltim di wayamli kecamatan maba tengah. Alhamdulillah semua berjalan lancar,”kata mantan kepsek, SMA 7 haltim ini.

Harapan kedepan lanjut kepsek, proses belajar-mengajar lebih ditingkatkan, baik guru maupun siswa. Pasalnya, beberapa bulan kedepan SMA 3 haltim akan menghadapi asesmen nasional untuk siswa.

“Kepada orang tua/wali diminta untuk pengawasan dan bimbingan kepada anak-anak agar selalu budayakan belajar di rumah. Belajar di rumah harus tingkatkan,”harap kepsek.

“Kepada peserta ujian sekolah, bermohon dan berdoa kepada yang maha kuasa, semoga hasil yang diharapkan bisa memuaskan,”sambungnya.

Tak lupa pula kata Kepsek, ucapan terima kasih disampaikan kepada panitia ujian sekolah dan seluruh dewan guru atas kerja keras sehingga ujian terlaksana dengan lancar, aman dan sukses.

“Terima kasih juga disampaikan kepada pihak PLN Maba Selatan dan Telkomsel atas pengertian baiknya sehingga sejak pelaksanaan ujian sampai dengan selesai sedikitpun tidak ada kendala dengan listrik dan jaringan internet,”ujarnya.

Diketahui, peserta yang ikut ujian berjumlah 88 siswa dengan 2 jurusan masing-masing jurusan IPA dengan total siswa 46 dan jurusan IPS 42 siswa.(msj/red)