MABA-PM.com, Jumlah kasus kurang gizi kronis (Stunting) di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara (Malut) pada tahun 2021 mencapai 1.414 kasus. Ini disampaikan Kepala Seksi Kesda dan Gizi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Haltim, Murniati Karim, Kamis (24/06/2021) di ruangan kerjanya.
Baca Juga: Sekda Haltim Akui Pegawai Honda Tidak Disiplin
Bacs Juga: Angkutan Umum Berplat Hitam di Haltim Bakal Ditindak
Murniati menuturkan, data stunting secara keseluruhan pada tahun 2021 mulai dari dari umur 0-5 tahun. Data yang masuk tersebut melalui aplikasi IPPGN atau aplikasi elektronik berbasis pelayanan masyarakat.
“Data yang masuk melalui aplikasi IPPGN masih kita lakukan verifikasi, karena ada sebagian data berulang atau sama,” kata Murniati.
Lanjutnya, Dinkes Haltim pernah melakukan pendataan secara manual ke salah satu puskesmas yakni puskesmas Bicoli. Setelah dilakukan pendataan secara langsung, datanya berbeda dengan yang masuk ke aplikasi IPPGN.
“Data stunting yang masuk ke IPPGN sebanyak 53 orang. Sementara setelah diverifikasi secara manual, turun menjdi 26 orang, karena ada nama ganda yang masuk ke aplikasi.
“Untuk itu, dari data 1.414 orang telah terdaftar di kementrian melalui aplikasi IPPGN. Untuk itu, kami mengupayakan dalam waktu dekat turun ke beberapa puskesmas untuk memverifikasi data yang masuk,” ujarnya.
“Kami juga telah melakukan komunikasi dengan puskesmas-puskesnas untuk melakukan verifikasi data kembali,” imbuhnya.
Untuk mengurangi kasus penyakit yang disebabkan karena kurangya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama itu, dinkes memberikan makanan tambahan dan obat-obatan. Pemberian makanan tambahan dan obat-obatan tetap melihat berat badan balita menurut umur.
“Takutnya akan melebihi obesitas, karena kita juga harus melalui spesifikasi balita sesuai dengan berat badan menurut umur. Jadi, kita lebih spesifiknya itu ke balita kurus,” tandasnya.
Lanjut Murianti, pihaknya terus melakukan pemantauan pertumbuhan anak balita, kemudian membangun komunikasi lintas sektor dengan membuat kegiatan-kegiatan dengan puskesmas yang ada di Haltim.
“Sementara untuk sosialisasi pencegahan stunting, dinas kesehatan bersama dengan puskesmas-puskesmas bahkan dengan desa telah melakukannya,” tukasnya



Tinggalkan Balasan