MABA-PM.com, Wakil Bupati Halmahera Timur (Haltim) Anjas Taher akhirnya angkat bicara perilahal seteru antara Sekertaris Derah, Ricky CH. Rifat dan Kadis Pariwisata, Hardi Musa yang semakin memanas.
Menurut Anjas, polemik itu merupakan kesalapahaman koordinasi ataupun informasi antara dua pejabat publik itu. Seharusnya, lanjut Anjas, keduanya bisa menyikapi setiap masalah dalam pemerintahan dengan dewasa. Agar roda pemerintahan atau birokrasi tidak terganggu.
“Kita tidak bisa salahkan antara satu dengan yang lainya. Kita harus sikapi dengan kedewasaan. Agar supaya ada korelasi antara pimpinan dan SKPD,” ujar Wakil Bupati, Anjas Taher, saat ditemui di ruangannya, Rabu (25/8/2021).
“Kalaupun ada kesalapahaman atau saling memarahi, maka seharusnya saling memaafkan, karena itu tidak ada yang salah,” imbuhnya
Anjas bilang, tipikal orang timur itu keras dan menanggapi sesuatu itu mengebu-gebu. Jadi ada kesalapahaman informasi antara Sekda dan Kadis Pariwisata, cepat memanas. Padahal, di sisi lain kedua pejabat itu orang baik.
“Nanti pada rapat-rapat tertentu, kita koordinasikan dengan Sekda dan Kadis Pariwisata untuk mencari tahu pokok persoalanya. Karena kami baru tahu setelah sudah rame diperbincangkan. Untuk itu kita akan minta data-datanya agar dicari pokok persoalan ini,” tandas Anjas.
Lanjutnya, Sekda Ricky dan Kadis Hardi bakal dipanggil. Dalam konteks ini, kata dia, persoalan tersebut murni internal pemerintah daerah. Pasalnya, aset yang dipolemikkan bagian terkecil dari tanggung jawab seorang kadis.
“Karena kinerja setiap dinas aktif berdasarkan anggaran. Bisa jadi alokasi angarannya terbatas, sehingga ada kendala di lapangan, maka kita juga harus pelajari pokok persoalan,” katanya.
Dirinya menambahkan, pihaknya tetap mengecek informasi di Sekda dan Dinas Pariwisata untuk singkronisasi data.
“Karena destinasi pariwisata di Haltim butuh dikembangkan. Perlu perbaikan di sektor pariwisata,” tukasnya.



Tinggalkan Balasan