MABA-PM.com, Bupati Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara,Ubaid Yakub memandang alitrasi atau pemindahan jalur Gunung Jagung, Kecamatan Maba Utara, butuh kajian dari tim tehknis di lapangan.

Ubaid mengatakan, untuk memastikan apakah jalur tersebut bakal dilakukan alitrasi atau tidak, pada Senin kemarin, bersama dengan wakil bupati, sekertaris daerah dan DPRD serta sejumlah SKPD teknis telah melakukan kunjungan di lokasi tersebut. Dalam kunjungan itu dibagi dua kelompok, yakni kelompok pertama mengikuti jalur alitrasi dan kelumpok kedua mengikut jalur yang sudah ada.

“Jadi setelah menelusuri dua jalur tersebut, initinya nanti tim teknis pekerjaan umum dan BP4D melakukan kajian seperti apa, karena dimungkikan alitrasi atau tidak itu soal kebijakan teknis,”akunya saat ditemui sejumlah wartawan, Selasa (02/11/2021).

Dikatakannya, persoalan akses ini tentunya tidak bisa sekedar diterka, sehingga itu harus ada pendekatan teknis agar tidak ada kesalahan dalam mengambil langkah pekerjaan.

“Untuk saat ini saya tidak bisa mumutuskan harus ada alitrasi atau tidak, maka dari itu menunggu hasil kajian dari PUPR dan BP4D,”tandasnya.

Sementara itu, disentil soal perencanaan berapa jumlah anggaran yang bakal disediakan, Ubaid bilang, saat ini baru bersifat perecanaan sehingga itu diketahui setelah penyerahan nota keuangan.

“Ini baru bersifat perencanaan, maka dibahas lebih lanjut oleh tim anggaran dan badan anggaran DPRD, sehingga disitu nanti akan ada penyesuan lebih lanjut,” ujarnya.

Terpisah, Sekda Haltim, Ricky Khairul Rifat menyampaikan Komisi III, bupati, wakil bupati, BP4D, PUPR dan Angota DPRD dapil Maba Utara, harus sudah on the spot terkait dengan jalan Sosolat-Lolasita. Kondisi jalan sudah dilihat secara langsung, sehingga tidak lagi mengandalkan cerita orang atau berita singpangsiur.

“Jadi dari TAPD sudah harus ada on the spot. Itu sudah menjadi ukuran visi-misi bupati. Jadi harus dikerjakan secara maksimal tentu dengan hal-hal yang harus dipikirkan secara teknis, karena setiap ruang jalan itu punya karakteristik macam-macam,” ujarnya.

Penulis : IkamEditor : Mgr