poskomalut, Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara kembali menggelar Kie Raha Economic Forum (KREF) dengan tema “Akselerasi Investasi Daerah: Mendorong Sektor Non-Tambang sebagai Mesin Pertumbuhan Baru Maluku Utara”.
Forum ini jadi wadah memperkuat pemahaman dan sinergi antar pemangku kepentingan untuk mendorong pembangunan ekonomi daerah.
Hadir dalam kegiatan, Perencana Ahli Utama Bappenas Sumedi Andono Mulyo, Chief Economist BCA David E. Samual, Sekprov Malut, Kepala DJPb, OJK, BPS Malut, unsur Forkopimda, OPD Pemkot Ternate, hingga akademisi.
Fokus Akselerasi Investasi Non-Tambang
Kepala BI Malut, Handi Susila mengatakan, KREF digelar rutin setiap triwulan untuk meng-update perkembangan ekonomi global, nasional, dan kondisi terkini di Maluku Utara.
“Kie Raha Economic Forum ini memang kita lakukan setiap triwulan untuk memberikan update terkait perkembangan ekonomi terkini,” ujarnya di Kantor BI Malut, Rabu (20/5/2026).
Edisi kali ini difokuskan pada percepatan investasi sektor non-tambang sebagai alternatif sumber pertumbuhan baru.
“Bagaimana kita mengakselerasi investasi terutama pada sektor non-tambang sebagai sektor yang perlu kita persiapkan untuk shifting dan menjadi alternatif pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Utara,” kata Handi.
Menurut Handi, KREF merupakan bagian dari strategi advisory BI untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Melalui forum ini, pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, dan stakeholder diharapkan punya pemahaman yang sama soal kondisi dan tantangan ekonomi Malut.
“Tujuan pelaksanaan forum ini adalah untuk meng-update kondisi perekonomian terkini, agar pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, dan stakeholder lainnya lebih aware terhadap kondisi ekonomi yang terjadi di Maluku Utara,” jelasnya.
Lewat KREF, BI berharap Malut bisa mengoptimalkan potensi SDA dan sektor unggulan lain, sehingga pertumbuhan ekonomi lebih merata dan tidak hanya bergantung pada tambang.



Tinggalkan Balasan