poskomalut, Berbagai persoalan warga menjadi perhatian Kapolres Halmahera Timur (Haltim), AKBP Rona Buha Tua Tambunan saat menemui masyarakat Desa Buli, Kecamatan Maba, Kamis (5/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan beragam keluhan, mulai dari persoalan ketenagakerjaan, peluang kerja bagi masyarakat lokal, pemberdayaan UMKM, kebutuhan modal usaha hingga persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Kapolres mengatakan, seluruh aspirasi warga akan didata dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Haltim, Dinas Tenaga Kerja maupun pihak perusahaan.
“Kami akan data seluruh masukan masyarakat untuk kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, dinas terkait dan perusahaan, sehingga bisa dicari solusi yang tepat,” kata Rona.
Ia menyoroti persoalan pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang dinilai tidak boleh berhenti pada pemberian sertifikat.
Menurutnya, pelatihan harus memiliki kesinambungan dengan peluang magang maupun akses pekerjaan.
“Saya perintahkan Kasat Intel untuk melakukan pendataan terhadap pengusaha lokal guna membuka peluang pemberdayaan masyarakat yang memiliki keterampilan, termasuk tenaga kerja yang telah mengikuti pelatihan pengelasan,” tegasnya.
Selain ketenagakerjaan, warga juga menyampaikan keluhan terkait pemberdayaan UMKM, akses permodalan, pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM), aktivitas tempat hiburan malam, peredaran minuman keras, penggunaan knalpot brong hingga aktivitas kendaraan operasional perusahaan yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat.
Menanggapi keluhan tersebut, Rona memastikan jajaran Polres Haltim akan melakukan tindak lanjut bersama instansi terkait, termasuk meningkatkan patroli dan mengecek legalitas sejumlah tempat usaha yang dikeluhkan warga.
Ia juga meminta masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan persoalan, terutama menyangkut dugaan tidak terpenuhinya hak-hak pekerja.
“Polres Halmahera Timur siap menerima pengaduan masyarakat tanpa dipungut biaya dan akan menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari program Polisi Peduli Pengangguran sekaligus dukungan terhadap program 100 hari Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Melalui program tersebut, Polres Haltim mendorong agar masyarakat lokal tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga memiliki akses nyata terhadap pekerjaan, peluang usaha dan peningkatan kemandirian ekonomi keluarga.



Tinggalkan Balasan