poskomalut, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pulau Morotai mencatat, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) triwulan pertama; Januari-Maret 2026 mencapai Rp4,4 miliar.

Angka tersebut naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan PAD tabun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar Rp2,2 miliar.

Kasubid Penerimaan dan Pengeluaran BPKAD Morotai, Rafiq Bayan mewakili Plt. Kepala BPKAD Morotai, Marwan Sidasi, mengatakan, pendapatan triwulan pertama sudah mencapai Rp1,4 miliar lebih. Atau 8,30 persen dari target yang telah ditetapkan di 2026 yakni Rp53 miliar lebih.

Menurutnya, dampak kenaikan yang cukup signifikan tersebut tak lain dari efektivitas penagihan terhadap sektor pendapatan yang digarap Pemda Morotai

“Walaupun grafiknya naik ,tapi bukan berarti harus santai, Pemda Morotai memiliki tugas besar mengejar sisa target sebesar Rp48.780.278.641. Beban tersebut kini berada di pundak sembilan organisasi perangkat daerah atau OPDaerah pengelola PAD,” terangnya.

​Sebagai lembaga yang berkaitan dengan pendapatan, Rafiq optimis pendapatan bisa maksimal dan tercapai jika koordinasi dengan SKPD terkait berjalan dengan baik.

“Jika ada upaya yang maksimal dengan OPD penghasil PAD, maka kami pastikan di triwulan II hasil realisasinya juga baik.”pungkasnya.