TERNATE- PM.com, Aparatur Sipil Negara (ASN) dikalangan guru untuk wilayah Kota Ternate diharapkan untuk menjaga netralitas menjelang pencoblosan dan tak terlibat politik praktis.

Hal ini disampaikan oleh Ketua PGRI kota Ternate Isman Do Idrus ketika dikonfirmasi, Senin (07/12).  Ia menyampaikan, tidak ada arahan untuk memilih kandidat manapun, guru harus netral untuk menjaga organisasi maupun profesi.

“Setiap guru-guru adalah pemilih rasional yang sudah tau siapa yang dipilih sesuai dengan pilihan mereka masing-masing,” katanya. Lanjutnya, Pada prinsipnya semua guru yang fokus pada pekerjaan guru, tidak usah diragukan netralitasnya.

Sampai sejauh ini, PGRI fokus pada pekerjaan untuk menigkatkan pelayanan pendidikan dimasa pandemi, namun terkait dengan pemilihan kepala derah itu kewajiban bagi seluruh warga negara untuk menentukan pilihan masing-masing.

Dia bilang, komitmen guru juga sudah disampaikan pada ke empat calon kandidat, bahwa pada saat pemilihan nanti guru tidak dikorbankan, karena sebelumnya kata dia, sudah mendiskusi dengan empat calon kandidat jadi guru sudah dapat menilai sendiri dan menentukan pilihanya.

“Adapun pilihan itu tergantung pada hak masing-masing pilihan pada hari pencoblosan nanti,” jelasnya.

Ia berharap, hasil pilkada ini dapat melahirkan pemimpin yang baik untuk masa depan pendidikan, karena para insan pendidik maupun guru menginginkan kedepanya pemimpin yang baru bisa berpihak pada dunia pendidikan dalam rangka peningkatan SDM untuk kota Ternate, demi anak cucu nanti kedepannya. (Ris/red).