poskomalut, Mahasiswa KKSD Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Kelompok II Desa Todapa sosialisasi pengaruh pertambangan di SMAN 12 Kota Tidore Kepulauan, Senin (25/5/2026).
Sosialisasi bertema “Pengaruh Pertambangan terhadap Generasi Muda” berlangsung pukul 09.00 WIT, diikuti seluruh siswa kelas X dan XI SMAN 12 Tidore Kepulauan.
Tiga mahasiswa Prodi Teknik Pertambangan UMMU menjadi narasumber: Nurlisa S. Sidik, Olvis Fernando Walala, dan Abdul Hafif Gapang. Acara dimoderatori Ardi Turege, mahasiswa Ilmu Hukum UMMU.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa kehadiran pertambangan di Maluku Utara tidak hanya membawa dampak positif seperti yang sering diberitakan, tetapi juga menimbulkan risiko bagi lingkungan, kesehatan, dan masa depan generasi muda.
“Oleh karena itu, kami hadir untuk mengajak adik-adik siswa agar menyadari peran penting generasi muda sebagai garda depan dalam menjaga lingkungan hidup di Maluku Utara,” ujar salah satu narasumber.
Sesi tanya jawab berlangsung aktif. Salah satu pertanyaan yang muncul yakni bagaimana seharusnya pemerintah bersikap jika tambang menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
Para narasumber menilai pemerintah pusat maupun daerah perlu bersikap tegas dan meninjau ulang proses operasional tambang yang sedang berjalan.
“Mereka melihat potret sikap pemerintah saat ini cenderung menutup mata terhadap problematika yang terjadi,” tulis tim KKSD dalam rilisnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap siswa SMAN 12 Tidore Kepulauan dapat menjadi penggerak dalam merespons isu pertambangan dan menjadi pengkritik kebijakan yang abai terhadap dampak lingkungan.
Di akhir kegiatan, Koordinator Desa, Yosmar Yakub menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan menyatakan rencana kerja sama lanjutan.
Mahasiswa KKSD Kelompok II ingin kembali memberikan penyuluhan terkait isu-isu aktual kepada siswa-siswi SMAN 12 Tidore Kepulauan.



Tinggalkan Balasan