WEDA-PM.com, Kabupaten Halmahera Tengah, pada tahun 2020 ini mengoleksi 29 kasus HIV/Aids. Kasus ini terdistribusi di beberapa Puskesmas di Halteng.

Di antaranya Puskesmas Weda 10 kasus. Puskesmas Wairoro Kecamatan Weda Selatan 5 kasus, Puskesmas Banemo Kecamatan Patani Barat 4 kasus, Tepeleo Kecamatan Patani Utara 4 kasus. Puskesmas Damuli Kecamatan Patani Timur 2 kasus. Puskesmas Lelilef Kecamatan Weda Tengah 2 kasus. Puskesmas Patani 1 kasus dan Puskesmas Sagea Kecamatan Weda Utara 1 kasus.  “Jadi total semua kasua HIV/Aids 29 kasus,” terang Kepala Dinas Kesehatan Rijja Rajana, kemarin.

Sesuai hasil investigasi kata dia, sebagian besar warga yang terinfeksi penyakit HIV/Aids ini tertular dari luar daerah. Artinya, kasus ini bukan murni dari dalam daerah. “Kasus ini sumbernya dari hubungan seksual,”ujarnya.

Selain itu, Halmahera Tengah juga tercatat punya 12 orang dengan gangguan jiwa berat. Angka ini mengalami peningkatan dibanding dua tahun sebelumnya.

Menurut Kadis, tahun 2018 dan 2019 lalu jumlah orang dengan gangguan jiwa berat di halteng hanya 9 orang.  Terdapat penambahan 3 orang pada tahun 2020 sehingga total menjadi 12 orang. “Orang dengan gangguan jiwa berat tahun ini 12 orang. Jumlah ini lebih besar dari tahun 2018 dan 2019,”jelasnya.

Kadis mengatakan, jumlah kasus dengan gangguan jiwa berat ini tersebar di lima Puskesmas, diantaranya, Puskesmas Banemo Kecamatan Patani Barat tercatat ada 4 orang dengan gangguan jiwa berat. Selanjutnya, Puskesmas Weda 3 orang, Puskesmas Wairoro Kecamatan Weda Selatan 3 orang.

Puskesmas Patani Kecamatan Patani 1 orang. Sementara Puskesmas Tepeleo Kecamatan Patani Utara 1 orang dengan gangguan jiwa berat. Sedangkan enam puskesmas lainya nol kasus orang dengan gangguan jiwa berat. “Enam puskesmas nol kasus orang dengan gangguan jiwa berat,”terangnya.(msj/red)