TOBELO-PM.com, Sosok Muhlis Tapi-Tapi tidak asing lagi mata masyarakat Halmahera Utara. Muhlis yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Halut itu ternyata memiliki jiwa religius dan humanis. Hal itu dibuktikan Muhlis dengan tak pernah lalai dalam menyantuni yatim piatu dan janda.

Wakil bupati itu mengaku tidak luput dari kehilafan. Namun, bagi dia, menyantuni para yatim dan janda itu sebagai spirit spritual dan humanisasi. Menariknya, saat menyantuni anak yatim dan janda, dirinya tidak ingin memamerkan ke publik bahwa dirinya memliki sifat dermawan. Bagi dia, menyantuni yatim dan janda adalah perintah agama, dalam Al-Qur’an dan Hadist, sehingga perbuatan itu sebagai tawakkal dan taat kepada Allah SWT.

Perbuatan Muhlis yang berahlak itu, merupakan sisi kecintaan Muhlis terhadap Yatim dan Janda sebagai nilai ibadah kepada Allah, karena kecintaan itu, dengan menyantuni para yatim, dan Janda. Hal itu, sangat langkah bagi sosok seorang pejabat yang begitu sibuk, tetapi masih saja melaksanakan agenda agenda Spritual the humanis.

“Saya sendiri menyaksikan sikap Ko Muhlis yang selalu menyantuni Yatim Piatu dan para janda, setahu saya santunan itu, Ko Muhlis tidak ingin dipamerkan, sebab bagi Ko Muhlis menyantuni merupakan ibadah dan menegakan Amar Maruf Nahi Mungkar,” Ujar Salah satu Warga yang sering Membagikan Santunan ke Yatim dan Para Janda Rahman, Kamis (01/04)

Santunan yang dilakukan Muhlis bukan hanya saat dirinya menjadi orang nomor dua di Halut selama lima tahun, tetapi sikap spiritual Muhlis dengan menyantuni yatim itu, dimulai sejak dirinya beranjak muda tidak memiliki jabatan. Selain itu, Muhlis juga meski sudah selesai masa jabatan dan sebagai Calon Wakil Bupati Halut periode kedua, ditengah kesibukannya menghadapi tahapan PSU. Muhlis masih menyantuni yatim piatu dan para janda sebagai nilai Ibadah atas ketakwaan terhadap sang Khaliq.

Disatu sisi, Muhlis tak hanya aktif menyantuni, tegapi kepekaan terhadap Umat sangat baik. Hal itu, Muhlis selalu merespon agenda agenda umat Islam berupa peringati hari hari besar islam, dan Muhlis berusaha menjaga umat untuk tetap menjaga persatu serta ketakwaan Umat kepada Allah.(Mar/red)