WEDA-PM.com, Dua orang karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dilindas alat berat di area kerja. Satu orang dikabarkan tewas mengenaskan di lokasi kejadian. Sedangkan yang satu dalam keadaan kritis. Kejadian naas ini terjadi di Smelter F gudang ore, Kamis (26/8) sekitar pukul 09.13 wit.

Peristiwa yang menewaskan karyawan bernama Julfikar Alwi (32) warga Desa Tauno, Kecamatan Oba Tengah, Tidore Kepulauan (Tikep) ini terjadi saat pergantian shif. Korban adalah anggota shif B yang baru masuk kerja setelah bergantian dengan anggota shif A. Korban kritis diketahui bernama Basra Djawa (21).

Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian naas ini terjadi, kedua korban yang baru masuk kerja itu sementara berada di belakang loader. Kedua korban dilindas saat alat berat jenis loader 302 itu berjalan mundur ke belakang.

Informasi lainya, loader yang melindas kedua korban berjalan mundur karena pengaruh gigi atau perseling masuk.

Namun karena operator loader yang diketahui bernama Sahrun Mahmud (29) warga Malifut, Halmahera Utara (Halut) yang berdomisili di Desa Nurweda, Kecamatan Weda tidak memperhatikan perseling aktif sehingga saat menghidupkan mesin loader langsung berjalan mundur dan melindas kedua korban yang sementara berada di belakang. Akibatnya, korban terjepit dengan loader yang terparkir di belakang.

Humas PT IWIP dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kejadian di kawasan industri itu menyebabkan 1 karyawan meninggal dunia, dan satu mengalami luka dan dirujuk ke RSUD Chasan Boesari Ternate.

“Saat ini perusahaan sedang melakukan investigasi dan akan bekerjasama dengan instansi terkait guna mencari penyebab kecelakaan,”kata Humas PT IWIP, Bilal kepada wartawan.

“Saat ini perusahaan sedang focus dalam penanganan korban. Hal-hal lain akan kami sampaikan kemudian,”katanya menambahkan.

Untuk diketahui, sejak beroperasi hingga saat ini sudah puluhan karyawan yang tewas. Bahkan data yang diperoleh rata-rata yang tewas berada di lokasi kerja. Kondisi ini bisa dikatakan bahwa IWIP menjadi salah satu perusahan yang banyak menyumbang angka kematian di lokasi kerja.(msj/red)