poskomalut, Wakil Bupati, Rio Cristian Pawane mengungkapkan, masuknya program Morotai Festival (Morofest) dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Parawisata (Kemenpar) menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Pulau Morotai.

Sebab, hal tersebut menjadi penanda bahwa pemerintah pusat juga memberikan perhatian serius terhadap program Pemda Morotai, khusus di sektor pariwisata berbasis budaya dan tradisi.

“Ini bagian dari penghargaan kepada masyarakat Kabupaten Pulau Morotai dalam mensuport kegiatan-kegiatan pemerintah daerah (Pemda),” ujar Rio di Morotai, Minggu (26/1/2026).

Lanjut Rio, sehingga Morofest yang sebelumnya diselenggarakan pada 2025 bisa berjalan lancar dan masuk dalam event KEN 2026.

Wabup menuturkan,  setelah ditetapkannya Morotai masuk prioritas KEN Kemenpar, pemerintah daerah sangat berharap di 2026, festival tersebut bisa lebih meriah lagi dibandingkan sebelumnya.

“Juga dapat mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan lokal maupun internasional agar bisa meningkatkan perekonomian kita di Morotai. Terutama di bidang UMKM,” harapnya.

Secara spesifik Morofest 2026 dirancang sebagai ajang inklusif yang memadukan keindahan alam (nature), sejarah perang dunia II, budaya, seni, dan tradisi lokal.

“Maka dari itu, Morofest merupakan ajang promosi wisata dan budaya. Karena, Morofest adalah panggung utama yang menyajikan berbagai kekayaan lokal, mulai dari keindahan laut, jelajah situs sejarah Perang Dunia II, hingga pameran produk ekonomi kreatif (UMKM),” jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata, Muksin Soleman.

Ia menambahkan, sedangkan  tema “Rame-Rame ke Morotai” digagar untuk mencerminkan semangat kebersamaan dan kearifan lokal.

“Makna ini adalah mengajak banyak pihak, baik masyarakat lokal maupun wisatawan untuk terlibat aktif dalam membangun pariwisata yang berdampak luas,” pungkas Muksin.