JAILOLO-PM.com, Suasana kedaton Kesultanan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Senin (27/07) siang kemarin memanas. Ini karena, sekitar pukul 13.30 WIT atau setengah dua siang, seseorang yang diketahui bernama Amar Ma’aruf ini mengaku memiliki garis keturunan Sultan Jailolo, yang masuk dalam Kedaton Kesultanan Jailolo di Desa Jalan Baru, Kecamatan Jailolo Halbar. Kedatangan tamu tak diundang ini bertujuan untuk menyerahkan surat wasiat dari mendiang sultan Abdullah Sjah kepada Sultan Jailolo Ahmad Sjah.

Saat bertatap muka dengan Sultan Jailolo, Amar Ma’aruf menyampaikan, bahwa dirinya di berikan surat wasiat dari mendiang sultan  Abdullah Sjah, bahwa dirinyalah yang harus menguasai seluruh harta kesultanan jailolo yang ada di daerah Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Tak terima dengan penyampaian tersebut, sejumlah perangkat adat kesultanan Jailolo langsung naik pitam, dan menyerang Amar Ma’ruf dengan kata-kata kasar hingga terjadi aksi saling pukul. Aksi pukul itu tak berlangsung lama sebab, yang bersangkutan langsung diusir keluar dari lingkungan kedaton, dan langsung diamankan pihak kepolisian dan di bawah ke kantor polisi untuk di mintai keterangan.

Sultan Jailolo, Ahmad Sjah kepada awak media menyampaikan, bahwa sebelumnya Amar Ma’aruf mengirim utusan untuk menghadap di kedaton dan menyuruh agar perangkat adat di kesultanan mengosongkan kedaton karena akan dilakukan ritual adat. “Sebelumnya ada seorang yang datang dan menyampaikan bahwa kita harus kosongkan kedaton, karena ada acara adat yang dilakukan oleh oknum ini, namun upaya tersebut tidak di indahkan oleh kami selaku pihak kesultanan, karna kami tahu betul mengantikan seorang sultan itu harus mengunakan berbagai prosesi adat,” ungkap Sultan.

“Tiba-tiba mereka datang dan menunjukan surat wasiat, bahwa mereka adalah keturunan sultan yang harus menguasai kesultanan jailolo dan seluruh harta sultan yang ada di daerah Manado Sulawesi Utara,” katanya.

Terpisah, Jogugu kesultanan Jailolo, Haeruddin Menegaskan, Dengan tindakan yang dilakukan oleh Amar Ma’aruf. Selaku pihak kesultanan Jailolo merasa sangat di rugikan, menurut Haeruddin, ini merupakan tindakan pelecehan terhadap sang sultan sehingga pihak kesultanan jailolo akan memproses melalui jalur hukum. “Tindakan ini sangat merugikan kami pihak kesultanan Jailolo, sultan kami di lecehkan, kami melakukan proses hukum terhadap oknum yang bersangkutan,”tutupnya. (wm01/red)