MOROTAI-PM.com, Publik Morotai mempersoalkan progres proyek masjid raya yang konon katanya sudah 44 persen. Hal ini karena progres bangunan masjid raya saat ini baru sebatas fondasi dan tiang cor.

“Katanya sudah 40 persen lebih, tapi faktanya masjid raya baru sebatas fondasi dan tiang cor, dari mana mereka dapatkan 40 persen itu.”tanya Rifai, salah satu warga yang sering melewati lokasi pembagunan itu.

Pihak kontraktor yang mengerjakan proyek itu harus menjelaskan realisasi 40 persen termasuk penggunaan anggaran senilai Rp 11 miliar dari total 57 milar itu.

Sementara Teguh Widodo, salah satu Manager yang mengerjakan proyek itu mengaku bahwa proyek itu sudah sesuai yang disampaikan oleh pihak dinas.

“Progres fisik 44.15%.”kata Teguh ketika dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp.

Ia menjelaskan, progres pembangunan sudah mencapai 41 persen itu dimulai dari pembuatan fondasi masjid raya maupun islamic centre.

“Progres 41.15 persen itu dari mulai galian pondasi tapak sloof beton perkuatan di posisi sejajar dengan pondasi tapak kolom dan timbunan sampe lt 1 plat lante 1 dan kolom untuk penyangga dak lt 2 masjid raya dan juga bangunan Islamic centre dari mulai galian pondasi tapak dan sloof perkuatan kolom sampai lt 2 dan kontruksi baja karena beda elevasi tanah yg signifikan struktur di rancang dari mulai pondasi agar kuat.

Namun, Ia mengaku jika melihat sekilas maka dianggap tidak ada kamajuan padahal pihaknya terus bekerja.”Namun sekilas pandang awam hal itu tidak terlihat kemajuan akan tetapi untuk pekerjaan selanjutnya akan lebih cepat karena sebagian struktur yang berat di bawah sudah dikerjakan, sesuai progres yang selalu kami laporkan ke pihak PU dan bapeda secara berkala,”akunya.

Ia juga menyentil terkait tenaga kerja. Menurutnya, kekurangan tenaga sudah dalam proses pendataan untuk tiketing dari jawa ke morotai yang akan segera di berangkatkan sementara terkait material continu di kirim dari Surabaya ke Morotai via kapal.

Ia juga mengaku, bahwa proyek masjid raya dan islamic centre itu akan diusahakan selesai pada Agustus 2021.(Ota/red)