poskomalut, Musik Yangere masuk dalam salah satu mata lomba Morotai Festival (Moves).

Sejumlah desa di Morotai sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba yang diadakan setiap tahun tersebut.

Lomba musik Yangere ini baru pertama kali digelar sepanjang Morotai dimekarkan di 2008 lalu.

Menjadi istimewa tersendiri jika Yangere diikutsertakan dalam ajang Moves.

“Musik Yangere itu tidak pernah kita dengar diikutkan dalam lomba sejak Morotai dimekarkan. Kali ini kita apresiasi Pemda Morotai, karena bisa ikutkan dalam mata lomba,”ujar Aris, warga Morotai kepada media ini, Rabu (9/7/2025).

Sementara, sejumlah desa juga sudah mempersiapkan diri untuk tampil pada ajang tahunan itu. Misalnya di Kecamatan Morotai Timur (Mortim) terdapat grub Yangere yang tergabung dalam beberapa desa mulai dari Lifao, Buho Buho, Hino, dan Gosoma Maluku.

“Iya, kami juga ikut lomba Yangere, tapi kami gabung beberapa desa yang ada di Mortim mulai dari Lifao sampe Gosoma Maluku,” ungkap Kades Lifao, Norlix Moloku kepada media ini, Selasa (8/7/2025).

Menurutnya, keikutsertaan grup musik tradisional itu bagian dari upaya menyukseskan program pemerintah, salah satunya festival Morotai pada 18-20 Juli 2025 nanti.

“Tinggal beberapa hari lagi lomba festival digelar, kami juga berpartisipasi meramaikan acara ini, karena ini program pemerintah yang harus disukseskan,”tuturnya.

Selain grup Yangere di Mortim, kecamatan lain juga tidak mau kalah. Misalnya di Desa Korago, Morotai Utara, masyarakat juga menyiapkan grup terbaik untuk mengikuti lomba.

Sedangkan di Kecamatan Morsel, Desa Yayasan juga dikabarkan memiliki grup Yanger. Mereka sudah berlatih dan menciptakan lagu sendiri untuk ikut festival.

“Informasinya grup Yangere di Yayasan juga sudah siap ikut lomba, mereka punya memang sudah ada tinggal ikut lomba saja,” ujar Din, warga Desa Yayasan.