poskomalut, Sejumlah warga Tobololo, Ternate Barat, Kota Ternate memboikot aktivitas galian C di kelurahan setempat.
Aksi tersebut dipicu dinding rumah salah satu di RT/04 RW/02 bernama Saiful retak disebabkan aktivitas galian C tersebut.
Kondisi itu memicu kekhawatiran, karena mengancam keselamatan Saiful dan keluarga.
Salah satu pemuda setempat, Rian, kepada media ini mengatakan, aksi tersebut untuk menuntut pemilik galian C bertanggung jawab terhadap warga yang terdampak.
“Tuntutan dari masyarakat itu, salah satu rumah warga yang terkena dampak harus segera diperbaiki, kemudian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate memberikan sanksi, pemilik galian juga harus memperbaiki kerusakan alam, serta penyiraman di musim kemarau dan tingkat kebisingan, sehingga tidak terlalu menganggu,” kata Rian, Selasa (28/7/2026).
Ia bahkan menyebut, pihak kelurahan menolak aktivitas galian C tersebut. Namun, mendapat hadangan sejumlah warga yang berkepentingan dengan dengan galian ilegal tersebut.
“Ada sejumlah persoalan yang sangat kompleks seperti pro dan kontra antar warga,” ucapnya.
Rian menyampaikan, dalam mediasi dengan pemilik galian C, sudah disepakati untuk perbaikan rumah warga yang terdampak.
Sementara, Kapolsek Ternate Pulau, IPTU Lukman Umasangaji, saat dikonfirmasi mengungkap bahwa aksi tersebut berlangsung aman dan situasi sudah kondusif.
“Ini baru saja selesai mediasi dengan Camat Ternate Barat, DLH pihak Kelurahan dan pemilik galian C. Jadi ada ganti rugi perbaikan itu semen sebanyak 50 sak,” sebutnya.



Tinggalkan Balasan