poskomalut, Sebuah speedboat milik Puskesmas Dama, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara ditemukan dalam kondisi rusak berat dan diduga diterlantarkan.
Padahal, speedboat tersebut seharusnya menjadi aset penunjang operasional pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Kondisi tersebut menuai keluhan warga. Mereka mempertanyakan pemanfaatan serta perawatan aset milik Puskesmas yang dibeli menggunakan anggaran negara sebesar Rp500 juta tersebut.
“Speedboat milik Puskesmas Dama sudah lama tidak digunakan dan terlihat rusak berat. Sangat disayangkan jika aset ini tidak dipergunakan lagi. Padahal kalau dirawat bisa membantu operasional pelayanan ke beberapa desa,” ujar Arjuna, salah satu warga Loloda, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, kerusakan cukup parah. Terdapat beberapa bagian yang bocor. Jika dipaksakan untuk operasional maka akan membahayakan keselamatan petugas dan pasien.
“Pemerintah harus segera mengambil langkah cepat. Loloda Kepulauan ini pulau-pulau. Petugas kesehatan sangat butuh speedboat untuk pelayanan. Jangan tinggal diam,” tambahnya.
Dari pantauan warga beberapa bulan terakhir, tenaga medis Puskesmas Dama bahkan terpaksa menggunakan bodi fiber milik masyarakat untuk merujuk pasien ke RSUD Tobelo.
Warga Loloda Kepulauan berharap Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara segera melakukan pengecekan langsung terhadap aset yang rusak tersebut.
Mereka meminta segera ditindaklanjuti agar pelayanan kesehatan di kepulauan tidak terhambat.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Utara, Selpianus H Kaya, membenarkan speedboat tersebut merupakan pengadaan Pemda Halut sejak 2016 untuk Puskesmas Loloda Kepulauan.
“Benar, speedboat itu sudah mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan lagi,” kata Selpianus saat dikonfirmasi.
Ia mengaku saat ini pihaknya masih berupaya memenuhi kebutuhan transportasi laut Puskesmas Loloda Kepulauan.
Pengadaannya saat ini masih dalam proses melalui anggaran Dana Alokasi Khusus atau DAK.
Terkait manajemen Puskesmas, Selpianus juga menyebut saat ini jabatan Kepala Puskesmas masih dijabat PLH.
“Dalam waktu dekat akan ada Kapus definitif di Loloda Kepulauan. Saat ini masih menunggu proses dokumen,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan