MABA-PM.com, Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Timur (Haltim) Hasanudin Lajim meminta bupati dan wakil bupati agar secepatnya mengambil langkah melerai kegaduhan atau konflik antara Sekda Haltim, Ricky Khairul Rifat dan Kadis Pariwisata, Hardi Musa.

Menurutnya, bupati dan wakil bupati harus jeli melihat perseturuan antara Sekda Haltim dan Kadis Parwisata. Pasalnya, perseturuan keduanya bisa menganggu kinerja pemda.

“Saran saya untuk bupati dan wakil bupati agar segera memanggil Kadis Pariwisata dan Sekda untuk dimediasi. Agara supaya polemik ini jangan berkepanjangan. Ini biar bagai manapun menggangu kinerja Pemda Haltim,” ungkap Hasanudin, Senin (23/08/2021) di ruangan rapat DPRD Haltim.

Lanjutnya, terkait Pulau Plun itu merupakan masalah internal, jadi langkah pertama yang diambil itu komunikasi antara atasan dan bawahan harus terjaga sehingga tidak menimbulkan keresahan di lintas SKPD dan masyarakat Halmahera Timur umumnya.

“Kalau tidak diselesaikan maka kasus ini akan berkelanjutan sehingga menganggu kinerja pemerintahan. Yang pertama dari sisi masa kerja Pemda Haltim hanya berkisar 3 tahun lebih. Oleh karna itu, dengan jangka waktu yang cukup pendek ini, harusnya pemda membangun harmonisasi di internal Pemda Haltim,” tandasnya.

Sekertaris Komisi III ini mengatakan, konflik antara Sekda dan Kadis Pariwisata harus diselesaikan, jangan sampai konflik ini menimbulkan masalah lain. Diantaranya, ketersingungan bupati dan pendukunganya, bahkan lawan politik lainya.

Penulis : Ikam|Editor : Mgr