TERNATE-PM.com, Warga di lingkungan RT 11 Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kota Ternate akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya, kesulitan ketersediaan air bersih tidak akan lagi jadi keluhan. Sejak bertahun-tahun tidak bisa menikmati air bersih, dikarenakan belum adanya jalur jaringan air bersih dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Ternate ke lingkungan ini, beberapa waktu lalu akhirnya dilakukan pemasangan.

Namun, persoalannya kemudian ada saling klaim bahwa yang melakukan pemasangan jaringan air bersih ini justru bukan pihak PDAM, melainkan dari kontraktor dan juga pengusaha Adam Marsaoly.

“Ini bukan dari PDAM atau Pemkot Ternate, tapi dari Adam Marsaoly. Dia lihat torang (kami) dan mau bantu,” ungkap salah satu warga yang namanya enggan diberitakan.

Berdasarkan pengakuannya, sudah hampir lima tahun warga yang berada di lingkungan ini tidak menikmati air bersih dari PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus membeli air dengan merongok kocek Rp 50 ribu per tangki yang dipakai hanya dua hari.

“Masalah ini sudah torang (kami,) keluhkan dari beberapa tahun yang lalu, tapi tidak direspon. Hampir lima tahun lebih kami tidak menikmati air PDAM,” cetusnya kesal.

Sementara, Dirut PDAM Kota Ternate Abdul Gani Hatari membantah kalau yang melakukan pemasangan jaringan air di lingkungan RT 11 Kel. Tanah Tinggi Barat ini bukan dari PDAM. Justru kata dia, ada perintah dari Walikota Ternate Burhan Abdurahman untuk segera menyelesaikan persoalan air bersih di lingkungan ini.

“Pemasangan jaringan air bersih di RT 11 Tanah Tinggi Barat itu atas perintah Walikota Ternate, bukan dari siapa-siapa,” tegas Dirut, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Kata dia, masyarakat di RT 11 Kelurahan Tanah Tinggi Barat ini memang sudah sejak lama tidak menikmati air bersih dari PDAM. Oleh karena itu, kata dia Walikota Ternate memerintahkan untuk segera dilakukan pemasangan jaringan air PDAM di lingkungan RT 11 Kelurahan Tanah Tinggi Barat.

“Beberapa hari lalu sudah dilakukan pemasangan, dan dalam waktu dekat mungkin sudah bisa dinikmati,” sebutnya. Sembari bilang, kalau bukan bulan Desember, paling lambat awal 2021 sudah dioperasikan. (agh/red)