MABA-PM.com, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI), Maluku Utara (Malut), Zulkifli Djafar menyoroti kesiapan Musyawara Daerah (Musda) IV DPD KNPI Haltim tahun 2021, yang rencananya dihelat dalam waktu dekat, namun progres kesiapannya jalan ditempat.
Menurut Zulkifli, pergantian ketua definitf ke karteker ketua DPD KNPI Haltim alasan fundamentalnya adalah mempercepat pelaksanaan Musda. Namun, kurang lebih 1 bulan bertugas, panitia baru dibentuk tanggal 16 Maret 2021 itupun masih sebatas ketupat.
“Semoga saja saat ini steering commite dan struktur kepanitiaan turunannya juga sudah dirampungkan sehingga sudah bekerja, mengingat sampai saat ini kami tidak tahu sudah sejauh mana progres panitia termasuk menschedulkan tanggal pelaksanaan Musda,” ujar Zul sapaan akrab Zulkifli.
Dikatakanya, ketua karteker maupun ketua panitia terkesan tertutup dari publik. Padahal mereka bisa manfaatkan media cetak maupun media sosial untuk sampaikan agenda dan tahapan pelaksanaan Musda. Ini tujuanya, sambung Zul, agar mendapat masukan publik mengingat tugas dan pekerjaan mereka melibatkan banyak orang dan melahirkan pemimpin publik.
Kata Zul, IMDI sebagai bagian dari peserta unsur OKP di Musda KNPI Haltim 2021 berpandangan, jika progres kesiapan internal kepanitian saja sudah molor, terus kapan bisa digelar musyawara.
“Sementara kita tahu semua bahwa tanggal 13 April 2021 sudah memasuki bulan ramadhan, yang mana ummat muslim lebih banyak diperhadapkan pada rutinitas ibadah dan amalia-amalia lainnya yang notabene akan mempengaruhi fisik maupun psikis panitia, peserta dan pihak-pihak terkait lainnya,” katanya.
Lanjutnya, demikian bila Musda direncanakan sebelum Ramdhan, maka panitia harus bekerja ekstra, mengingat waktu yang tersedia tidak kurang dari dua minggu kedepan.
Sementara bila musyawara terpaksa dilaksanakan setelah Ramdhan yaitu pada akhir bulan Mei 2021, praktis karteker baru bisa menggelar Musda setelah dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan.
Menurut Zul, itu artinya baik pengurus definitif (Oktober 2020-Januari 2021) maupun karteker DPD KNPI Haltim memilki rentan waktu yang relatif sama yaitu kurang lebih 3 bulan, sehingga urgensi penunjukan karteker dengan alasan mempercepat Musda patut dipertanyakan dan dipertentangkan.
“Apakah Karateker tidak sanggup menjalankan tugas sebagai penjewantahan dari amanah DPD KNPI Malut sehingga harus dievaluasi. Ataukah DPD KNPI Malut tidak tepat melihat time-ing dalam mengambil keputusan penunjukan K
karteker dimaksud,” cetusnya.
Dirinya mengingatkan agar amanah yang diberikan melalui dua surat dukungan (KNPI Haltim dan IMDI Malut) tanpa iming-iming dan non transaksional disaat Musda DPD KNPI Maluku Utara tahun 2019 lalu.
“Musda yang kemudian menetapkan Irman Saleh sebagai Ketua DPD KNPI Malut terpilih, yang kemudian selanjutnya menunjuk Ismail selaku karteker Ketua KNPI Haltim, tidak disalahgunakan,” puntanya.



Tinggalkan Balasan