TERNATE-PM.com, Kepala Bapelitbangda Kota Ternate, Dr. H Said Assagaf, menginginkan pemerintahan Kota Ternate yang baru kedepanya dapat mengelolah berokrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang mengarah pada Ternate Cerdas Ternate Smart City.
Menurutnya, saat ini trendnya adalah mewujudkan tata kelolah pemerintahan yang baik dibarengi dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi.
“Dengan kata, lain saat ini kita mengunakan paradigma baru dalam pengelolahan pemerintah yang berbasis rampenteng goverment, clean goverment dan good goverment,” ujar Dr. H Said Assagaf, pada poskomalut.com, Senin (30/11/20) saat ditemui diruangan kerjanya.
Dirinya menjelaskan, tiga paradigma yakni, rampenteng goverment adalah bagimana mengelolah pemerintah berbasis interpremium yang bagaimana mewirausahakan birokrasi dan bagimana mengelolah program kegiatan berbasis investasi, mendatangkan pendapatan.
Paradigma clean goverment, kata dia, bagaimana mewujutkan tata keloha pemerintah yang bersih yakni bebas dari korupsi. Kemudian yang terakhir Mewujudkan taat kelolah pemerintah dengan good goverment yaitu praktek-praktek penyelengaraan pemerintah yang baik dengan mengedepankan asas evektifitas, transparansi, akuntabilutas dan partisipasi.
“Dari tiga unsur inilah dikemasi sedemikian rupah untuk menyongsong era paradigma baru yaitu era paradigma yang berbasis digitalisasi. Bagimana penerapan pemerintah ini berbasis online/digitalisasi, karena dimana saat ini hampir semua jajaran tidak ada koneksi,” jelasnya.
Dirinya berharap adanya konektivitas program kegiatan pelayanan terhadap masyarakat. Agar masyarakat lebih nyaman dalam memenuhi segala kebutuhan terutama dalam pelayanan publik.
“Sebagai contoh, pusat pelayanan satu pintu, yang juga tahun depan kita akan bangun mall pelayanan publik yang akan bermuara pada pelayanan berbasis online dan berbasis interaktif. Untuk menyiasati tata kelolah pemerintah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang mengarah pada Ternate cerdas dan Ternate smart city,” paparnya.
Ia menambahkan, dalam konteks perencanaan Bapelitbangda, sudah menggagas yang namanya I’plening dan E’budgeting. Dirinya menjelaskan aspek I’plening itu untuk memberikan dampak positif antara lain, terkoneksinya berbagai dokumen perencanaan mulai dari visi, misi, RPJMl, RKPD sampai pada RAPBD terkoneksi dengan baik.
Sementara aspek E’Budgeting yaitu bagimana tata kelolah anggaran pendapatan belanja betul-betul mampuh menyerap aspirasi masyarakat. Kemudian juga meminimalisir anggaran-anggaran yang tidak perlu atau praktek-praktek mark-Up yang tidak berbasis masyarakat.
“Bagimana penerapan perencanaan dan bagimana penerapan belanja berbasis online dan berbasis teknologi komunikasi itu yang kita harapkan kedepanya. Ini merupakan tuntutan yang tidak bisah dihindari dalam era digital dan era globalisasi saat ini,” pungkasnya. (Ris/red).


Tinggalkan Balasan