TERNATE-PM.com, Proyek pembangunan darmaga Hiri saat ini memang benar telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Ternate, namun pelaksanaan proyek tersebut terbilang asal buat dan sangat tidak dibenarkan. Pasalnya, kondisi di lapangan sangat jauh dari ekspektasi masyarakat.

“Tentu perbuatan tersebut sangat mengganggu dan terkesan menyepelekan, karena tidak adanya rencana matang dan bahkan pemuda Hiri meminta agar perencaannya dipasang di lokasi proyek, karena sampai saat ini belum juga dilaksanakan atau memang belum ada,”tegas Akademisi Ilmu Administrasi Negara UMMU, Sahroni A Hirto, kepada wartawan Selasa (1/12/2020).

Menurut alumni Pascasarjana UGM ini, hal ini diperparah dengan tingkat komunikasi dinas perhubungan yang sengaja ditutupi. Setelah komunikasi yang masuk dari pemuda Hiri selaku Kadis tidak meresponnya. Ini berarti kepala dinas tidak kooperatif menjalankan tugas dan fungsi, sampaikan saja ke masyarakaat terkait sejauh mana rencana dan aksi yang telah akan dilaksanakan agar masyakarat sedikit banyak tahu akan seperti apa pelabuhan atau dermaga, sehingga ini memperkecil sikap apatis masyakarat terhadap kepercayaan di akhir masa jabatan ini,

“Saya berharap Pak Wali Kota menyikapi persoalan ini dan mau menerima masukan dari masyarakat Hiri dengan terbuka, karena dengan kondisi di lapangan saat ini terkesan pembangunannya tidak serius dan asal-asalan. Semoga keseriusan pak Wali Kota di akhir massa jabatan mampu menyelesaikan persoalan dermaga Hiri yang dibuktikan dalam lembar APBD 2021 nanti,”pungkasnya. (sam/red)