TERNATE-PM.com, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate Maluku Utara (Malut), mengatakan sebagian penyaluran bantuan kepada para penerima Dana Insetif Daerah (DID) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) Rp 5.459 miliar, sudah dilakukan
“Untuk bantuan DID sebagian sudah di salurkan ke pelaku usaha pasar Higinies, pasar Kota Baru dan pasar Gamalama. Namun yang belum tersalurkan barangnya berupa sembako, kolbox, friser dan tenda sebanyak 35 unit,”kata Muhlis. S, Jumadil Kabid Perdagangan Disperindag Kota Ternate, saat di temui Poskomalut.com, Senin (11/1/2021)
Menurutnya, sekarang dirinya masih koordinasi dengan pimpinan bagaimana untuk mencari waktu agar bantuan kepada masyarakat pelaku usaha sesuai yang terdata. Sehingga sementara ini DID yang tersalurkan sudah diangka 2,8 persen, barangnya sudah ada semua 100 persen dan tidak ada lagi hambatan termaksud dengan pihak kontraktor
“Insa allah bantuan DID tahun 2021 yang sudah kami rilis, namun belum bisa saya sebutkan nominalnya berapa tapi tahun ini cukup besar,”ujarnya
Lanjutnya, rencana program tahun ini melalui DID masih sama tahun lalu, tetapi tahun ini pihaknya ada menambahkan program yang tidak masuk kegiatan kerja tahun kemarin seperti penjual sayur dan itu tergantung juknis DID seperti apa nantinya.? kalau di fokuskan pemulihan ekonomi pihaknya akan laksanakan
Ia menambahkan tahun ini, dirinya merubah regulasi agar semua bantuan tersentuh di semua Kecamatan termaksud yang berada di luar kotaTernate. Alasan tahun lalu kenapa bantuan tidak tersalurkan, karena terkendala disebabkan akomodasi tidak ada, sekarang pihaknya masih usahakan agar ada biaya oprasional dari APBD sebagai pendukung kegiatan.
“Apa yang pemerintah berikan kepada masyarakat sebagai pelaku usaha melalui bantuan DID yang di kucurkan dari pusat agar kiranya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,”ungkapnya
Seraya ia mengaku, begitupun dengan bantuan Sembako, supaya bisa di jual karena Sembako ini bukan diperuntukan sebagai kebutuhan rumah tangga melainkan kiranya di jual kembali sebagai modal awal dengan menjaga stabilitas harga.harapnya .(Mg02/red)



Tinggalkan Balasan