TERNATE- PM.com, Pembangunan perijinan Gray, Indomaret maupun Alfamidi di Kota Ternate masih menjadi polemik. Para pelaku Usaha Kecil Menengah menolak masuknya Indomaret maupun Alfamidi, di beberapa kecamatan di Ternate diantaranya Kec. Ternate barat dan Ternate Pulau.
Akan tetapi, Kabid Perijinan DPMPTSP Kota Ternate Samsudin Sibua mengatakan, saat ini, pemerintah lebih mementingkan usaha-usaha kecil yang ada, baik itu IKM maupun UKM.
“Pemkot Ternate sangat mementingkan pelaku UKM apalagi ditengah pandemi, maka dari itu kedepan DPMPTSP akan mengantisipasi hal itu melalui sharing terkait pendaftaran izin,” ungkapanya, Jumat (12/11).
Akan tetapi kata dia, pihaknya juga tidak bisa pungkiri bahwa kota Ternate merupakan kota terbuka yang bisa menerima investasi dari daerah lain untuk berinvestasi, namun investasi yang masuk itu tidak mengorbankan pelaku UKM maupun IKM,” ujarnya.
Saat ini, dirinya menyebutkan jumlah Alfamidi dan Indomaret yang telah dibangun dikota Ternate sebanyak 34 unit, yakni Alfamidi sebanyak 25 unit dan Indomaret saat baru dibangun 9 unit yang tersebar di 4 kecamatan, diantaranya Kec. Ternate Selatan, Ternate Tengah dan Ternate Utara, dan pulau Ternate.
Dirinya menambahkan, hingga saat ini pemerintah belum menerima permohonan berkas pembangunan Alfamidi dan Indomaret khususnya di kecamatan Ternate Barat dan hingga saat ini, Kec. Ternate Barat belum ada izin pembangunan.
“Sementara yang tercofer saat ini baru satu lokasi pembangunan Alfamidi yakni di kelurahan Jambula, kec. Ternate Pulau, sedangkan di Ternate Barat belum ada sama sekali baik Alfamidi maupun Indomaret, “terangnya.
Sekedar diketahui bahwa Masuknya Indomaret dan Alfamidi ditolak dengan keras oleh Ikatan UKM Ternate Barat karna dianggap bisa mematikan usaha mereka. (Ris/red)

Tinggalkan Balasan