poskomalut, Wakil Wali, Nasri Abubakar menyambut baik perhatian Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos terkait pengembangan sektor kepelabuhanan di Kota Ternate.
Nasri menjelaskan, upaya penguatan konektivitas laut di wilayah Maluku Utara sebenarnya telah dibahas sejak tahun lalu.
Pada 14 November 2025, dirinya bersama sejumlah kepala daerah se-Provinsi Maluku Utara menghadiri pertemuan dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta.
Pertemuan tersebut turut difasilitasi Anggota DPD RI asal Maluku Utara, Graal Taliawo.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Ternate menyampaikan kebutuhan penguatan konektivitas transportasi laut. Termasuk rencana pembangunan dan perluasan pelabuhan.
“Dalam pertemuan itu kami menyampaikan pentingnya penguatan konektivitas laut. Ada dua pelabuhan yang diusulkan untuk dibangun pada 2026. Yakni perluasan Pelabuhan Mudaffar Syah di Kelurahan Dufa-Dufa dan pembangunan Pelabuhan Mayau di Kecamatan Batang Dua,” ujar Nasri, Selasa (10/3/2026).
Ia mengatakan, usulan tersebut mendapat respons positif dari Kementerian Perhubungan. Bahkan masuk daftar prioritas rencana pembangunan 2026.
“Alhamdulillah, Kementerian Perhubungan merespons dengan baik dan pembangunan kedua pelabuhan tersebut diprioritaskan pada tahun 2026,” jelas Nasri.
Ia mengungkapkan, hasil pertemuan tersebut kemudian disampaikan kepada Sherly Laos pada momen open house Natal 2025 di rumah jabatan gubernur di Sofifi.
Dalam kesempatan itu, gubernur meminta agar Pemerintah Kota Ternate segera menindaklanjuti proses hibah beberapa pelabuhan kepada Kementerian Perhubungan.
“Saat itu Gubernur Maluku Utara meminta saya untuk menyampaikan kepada Pak Wali Kota Ternate agar beberapa pelabuhan bisa dibangun Kementerian Perhubungan, kiranya dihibahkan, sehingga proses pembangunan bisa segera dipercepat,” jelasnya.
Menurut Nasri, langkah koordinasi yang dilakukan Gubernur Sherly Tjoanda Laos patut diapresiasi, karena menyangkut kepentingan dasar masyarakat Ternate. Khususnya dalam memperkuat akses transportasi laut antarwilayah.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Ternate pada prinsipnya sudah menyatakan kesiapan untuk menghibahkan sejumlah pelabuhan kepada pemerintah pusat.
Tujuannya jelas, yakni pengelolaannya dapat dilakukan secara maksimal Kementerian Perhubungan.
“Saya pikir, dengan menghibahkan pelabuhan ke Kementerian Perhubungan, pembiayaan operasionalnya akan dialokasikan melalui APBN. Ini tentu berdampak positif secara ekonomis bagi masyarakat Kota Ternate,” ujarnya optimistis.
Wakil wali kota berharap, pembangunan dan pengembangan pelabuhan di Ternate nantinya tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat. Tapi, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas antarpulau, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan