Aslih Keluhkan Pungli di Pelabuhan Fery Pulau Morotai

Tiket ferry dari Daruba Morotai keTobelo

TOBELO-PM, Sejumlah sopir mobil truk angkutan barang dan jasa yang tergabung dalam Asosiasi Lintas Halmahera (Aslih) mengeluhkan pelayanan di ASDP Pelabuhan Fery Juanga Kabupaten Pulau Morotai. Keluhan para sopir itu, disebabkan ada dugaan kuat praktek Pungutan liar (Pungli) oleh petugas Pelabuhan.

Sekretaris Aslih Mujir mengaku, resah dengan sistem pelayanan di Pelabuhan Fery pulau Morotai, karena praktek pungli di Pelabuhan Fery lintas Morotai Halut itu, hanya ada di Pelabuhan Fery Morotai. "Jadi pungli itu berupa, mobil saya truk sekaligus memuat mobil open cup seharusnya saya hanya membayar tiket mobil truk saja, sebab Mobil Open Cup dihitung sebagai barang," Ungkap Mujir.

Menurut Ia, Kepala bidang Dinas Perhubungan Pulau Morotai sudah pernah menyampaiakan melalui sosialisasi bahwa mobil angkutan barang yang memuat mobil maka tidak termasuk dihitung sebagai tiket mobil, akan tetapi dihitung sebagai barang. Berbeda dengan pihak ASDP malah melakukan pungli. Hal itu dibuktikan dengan Mobil Golongan 5 dengan harga Rp. 650.000.

Sementara mobil golongan 4 yang termuat dalam mobil golongan 5 itu, ditagih bayar oleh pihak SDP hal itu bertentangan dengan hasil sosialisasi dari Kementrian Transportasi Laut Darat Dinas Perhubungan Pulau Morotai. "Bahwa jika mobil golongan 4 termuat dalam mobil angkutan barang golongan lima, maka itu dibayar hanya mobil Golongan lima, tapi tidak dihitung mobil golongan empat, tapi pihak ASDP malah menagih pembayaran ini nyata Pungli, karena disemua Pelabuhan Fery tidak diberlakukan seperti itu, hanya di Morotai," terangnya.

Ia menegaskan, pihak Dinas Perhubungan Pulau Morotai dan Direktur PT ASDP agar bertindak untuk menghentikan tindakan pungli para petugas ASDP Pelabuhan Fery Pulau Morotai. "Kami menegaskan pihak ASDP agar menghentikan proses dugaan Pungli yang membuat resah pihak sopir angkutan barang," Akhirinya. (mar/red)

Komentar

Loading...