Bejat! Kakek di Morotai Cabuli Cucunya yang Berusia 2 Tahun

Ilustrasi cabuli

MOROTAI-PM.com, Salah satu penjual barang mainan anak berinisial I, (24) yang tinggal di Desa Yayasan Kecamatan Morsel diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap cucunya Mawar (Nama Semaran) yang berumur 2 tahun.

Dugaan pencabulan yang dilakukan oleh kakeknya itu dengan cara memasukkan jarinya ke alat kelamin Mawar. Akibatnya, Mawar sering mengalami kesakitan dan menangis ketika mau buang air.
Dugaan pencabulan terbongkar setelah Reni, nenek dari Mawar mencurigai cucunya merasa kesakitan.

"Korban akhir-akhir ini mengeluh karena kesakitan di kelamin, namun suami saya mengatakan bahwa anak ini dia kencing rasa sakit, dan saya langsung menyuruh suami saya untuk belikan obat amoxcilin tetapi dia tidak beli. Selain itu, si korban juga mengeluh kepada ibunya bahwa pelaku sering lakukan di kamar, Jadi setiap hari itu kalau saya pe laki mau dukung pe dia itu dia merontak dan menangis. Mungkin dia trauma karena sakit,”ungkap Reni kepada sejumlah awak media, Senin (8/2/2021).

"Waktu cucu saya nangis di kamar itu saya langsung lur dari celah dinding yang terbuat dari papan, dan saya melihat sering dia (pelaku) isap-isap anak itu terus dan dia pegang-pegang anak pe panta lagi. Terus saya bilang ngana bikiapa, tapi dia bilang tarada, terus setiap malam itu dia sering nonton film Bokep sampe subuh,"cerita Reni kembali.

Merasa kasihan karena cucunya kesakitan, Dirinya bersama keluarganya kemudian berinisiatif membuat laporan ke pihak kepolisian untuk bisa ditindaklanjuti. Selain itu, pihaknya juga ikut membawa cucunya di visum. Namun, hasilnya mengejutkan karena dugaan mereka ada keganjalan.

"Setelah membuat laporan mereka langsung menuju RSUD untuk lakukan visum, kemudian Dokter langsung mengarahkan untuk buka celana korban untuk visum, setelah Dokter melihat dan memeriksa Dokter kaget dan geleng-geleng kepala, dan Dokter mengatakan bahwa anak ini (korban) serabutnya sudah tidak ada. Ini kemungkinan dorang kasih masuk tangan,”ungkapnya.

Sementara, Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Porles Pulau Morotai, AIPTU Ihnan Banyo, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan itu."Iya benar ada laporan kasus dugaan seksual yang dilakukan oleh Kakeknya terhadap cucunya, laporan kemarin sudah masuk di SPKT, dan sementara kami lagi kordinasi dengan Dinas Sosial,”jelas Ihnan.

Sementara Kakek dari anak ini belum dilakukan penahanan lantaran masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan. "Kami belum lakukan penahanan, karena masih merampungkan semua bukti-bukti. Kalau semua bukti sudah rampung baru kami lakukan penahanan,”akunya.(Ota/red)

Komentar

Loading...