Bejat! Remaja 15 Tahun di Galela Utara Diperkosa Ayah Kandung, Paman dan Kakek

Ilustrasi

TOBELO-PM.com,  Remaja putri sebut saja Bunga yang masih berusiah 15 tahun itu terpaksa harus kehilangan keperawanannya ditangan Ayah Kandung, Paman dan Kakeknya. Bunga menjadi pelampiasan nafsu birahi ketiga orang laki-laki yang harus menjadi pelindungnya.

Paman dan Kakek Bunga diketahui melancarkan aksi bejat dengan memperkosa bunga secara berulang kali  sejak tahun 2019 dan 2020. Kasus pemerkosaan itu terungkap setelah salah satu keluarga korban (YS) melaporkan ke Polres Halut Jumat (29/01) pukul 13.00 Wit.

Korban yang masih kategori dibawah umur itu, diketahui diperkosa oleh kakeknya inisial AK (64) saat korban mengikuti kakeknya ke kebun untuk mengambil sageru pada tahun 2019. Bukan hanya Kakeknya,  ayah kandung korban AK (37) juga memperkosa anaknya saat dalam keadaan mabuk minuman keras secara berulang pada tahun 2020. Setelah ayah kandung, juga paman korban inisial OH (35) ikut mengambil bagian menyutubuhi keponakannya sendiri secara berulang pada tahun 2020.

Kapolres Halut melalui Kasubag Humas AKP. Mansur Basing, membenarkan adanya laporan dari salah satu keluarga korban ke Polres Halut sejak Jumat (29/01). Mansur menyebutkan, kasus yang dilaporkan tersebut terkait dengan persetubuhan anak dibawah umur, dengan korban masih berusia belasan tahun tepatnya di salah satu Desa Kecamatan Galela Utara.

"Kasus perkosaan ini sendiri melibatkan kakek dari korban berinisial AK (64) yang juga bekerja sehari-hari sebagai petani. Selain itu juga ayah korban berinisial AK (37) yang bekerja sebagai petani, serta paman korban berinisial OH (35) yang juga bekerja sebagai petani," jelasnya, Minggu (31/01/2021).

Mansur menjelaskan, sesuai dengan keterangan yang diperoleh pihaknya menyebutkan, sesuai dengan uraian tahun tersebut, awalnya ayah korban menyuruh korban pergi mengikuti kakeknya untuk mengambil sageru (minuman) di kebun, namun ditengah perjalanan kakek korban memeluknya dari belakang dan kemudian membuka celana korban,

"Korban masih sempat berusaha untuk memberontak namun karena korban masih kecil, tidak mampu untuk melawan hingga kakek melakukan persetubuhan terhadap korban," jelas Mansur.

Selanjutnya pada tahun 2020 lalu, di Desa tempat korban tinggal bersama keluarganya, ayah korban dalam keadaan mabuk kemudian memaksa korban untuk melakukann persetubuan terhadap korban secara berulang-ulang kali. Begitupun paman korban, sekitar tahun 2020 dalam keadaan mabuk juga memaksa korban untuk melakukan persetubuhan.

"Dengan adanya kejadian tersebut, keluarga korban langsung menuju SPKT Mapolres Halut untuk melaporkan kejadian tersebut," terangnya.

Lanjut Ia, pelapor telah dimintai keterangan yang dilakukan pihak penyidik dan kepada tiga terlapor yang juga masih dalam status keluarga korban telah diamankan di Polres Halut guna diproses penyelidikan lebih lanjut. "Sementara pasal yang bisa dikenakan kepada terlapor yakni pasal 81 ayat 1, 2 dan pasal 82 ayat 1 UU Perlindungan Anak nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara," Akhirinya. (Mar/red)

Komentar

Loading...