poskomalut.com
baner header

BMKG : Masyarakat Diminta Hati-Hati Cuaca Haze

TERNATE-PM.com, Wilayah Maluku Utara (Malut) kembali mengalami peningkatan suhu udara yang mengakibatkan berkurangnya jarak pandang, fenomena alam ini terjadi akibat masa lapisan udara cukup basah sehingga mengakibatkan pandangan udara yang kabur atau disebut haze di Kota Ternate.

Kepada poskomalut.com, Jumat, (22/11/2019) Prakirawan cuaca Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate, Fahmi A Bachdar mengatakan, cuaca dari beberapa hari kemarin sampai dengan hari ini mengalami peningkatan suhu udara yang tinggi sehingga mengakibatkan berkurangnya pandangan udara. “Walaupun suhu udara cukup tinggi tetapi masa udara di lapisan atas cukup basah, sehingga ketika terjadi seperti itu maka akan menyebabkan pandangan udara menjadi kabur,” terangnya.

Berkurangnya jarak pandang diudara yang sudah terjadi beberapa hari kemarin sampai dengan hari ini Jum’at, (22/11/2019), nampaknya tidak mempengaruhi aktivitas penerbangan dan Pelayaran di Ternate, karena jarak pandang masih termasuk dalam kategori normal. “Jarak pandang datar masih dikatakan normal dengan jarak pandang 8000 hingga 9000 km jadi tidak terlalu signifikan. Dari hasil analisis yang kami dapatkan beberapa hari ke depan kondisi cuaca di wilayah Malut sendiri masih akan berpotensi hujan lokal  dan sebagiannya masih akan mengalami jarak pandang Kabur (haze),” tambahnya.

Fahmi menghimbau, kepada masyarakat agar lebih intens untuk mengupdate informasi dari BMKG terutama dalam kondisi seperti ini. Selain itu, Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak membakar lahan maupun menyalakan api di lokasi yang mudah memicu kebakaran besar.  “Yang kita ketahui juga beberapa hari kedepan udaranya cukup panas, sehingga lingkungan sekitar cukup kering dan disaat itu bisa terjadi kebakaran jika ada pemicunya. Jadi biasanya terjadinya kebakaran itu disebabkan oleh manusia itu sendiri, ketika dia membakar tanpa melihat kondisi lingkungan sekitar maka kebakaran yang besar itu akan terjadi akibat dari api yang awalnya kecil saja,” tutupnya.

Sekedar diketahui, istilah haze atau disingkat HZ digunakan dalam bahasa laporan cuaca penerbangan untuk menyatakan adanya udara kabur. Lazimnya digunakan untuk laporan kabur yang mengakibatkan banglas kurang dari 3000 meter. (cr01/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: