poskomalut.com
baner header

Bupati Morotai Sebut Asisten II Terima Gaji Besar Tapi Kerja Nol

MOROTAI-PM.com, Setelah Sekda Pulau Morotai, Muhammad Maaruf Kharie, kini giliran Asisten II Bidang Pemerintahan, Muhlis Baay menjadi sasaran ‘kemarahan’ Bupati Pulau Morotai Benny Laos. Benny kesal dengan kinerja Muhlis yang tidak becus karena hanya mengomel dan menggerutu.  “Dia (Muhlis Baay) paling bersungut atau mengomel dan menggerutu,” cetus Benny saat memberikan sambutan pada apel gabungan seluruh SKPD di kantor Bupati beberapa waktu lalu.

Muhlis adalah Asisten II Bidang Pemerintahan di Pemkab Morotai yang kerjanya hanya bersungut dan banyak bicara. “Gaji paling besar kerja paling sedikit, banyak bicara hasilnya tidak ada, banyak bersungut dia,” ungkapnya seraya mengatakan dirinya blak blakan dihadapan ASN.

Lebih jauh, Benny mengungkapkan, tahun 2020 ini akan bekerja lebih kencang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini, kerja makin kencang lagi kita nggak bisa diam. Saya mengajak mari kita berpikir sehat. Saya menjabat bupati di usia daerah yang sudah sepuluh tahun,  yang semuanya hampir tidak ada. Delapan tahun sebelumnya, diapin puluhan triliun duitnya. Banyak dihambur hamburkan, kantor pindah pindah, komputer tidak ada tapi bangganya sebagai pejabat,” semprot Benny.

Selain itu, Benny juga mengkritisi kinerja pimpinan SKPD di periode sebelumnya yang tidak ada program kerja yang direalisasi hingga tuntas. “Rakyat terlantar, jalan taninya hampir tidak ada, jangankan itu, tidak ada rumah ibadah satu pun yang tuntas, dengan bangga bolak balik Jakarta urus anggaran, tidak tau anggaran apa? anggaran pribadi?, kalau dalam setiap kebijakan pembangunan sudah ada yang namanya platform anggaran dalam RPJM, yang setiap tahun dikelola oleh RKPD, melalui musrembang,” terangnya.

Dia mengaku, walaupun hanya berijazah SMP, namun, memiliki komitmen untuk tidak menyusahkan masyarakat Morotai. “Saya nggak pernah jadi PNS loh, saya nggak sekolah, kalian hebat hebat semua, sekolah tinggi. Saya jujur saja bahwa hanya ijazah SMP, tapi tidak mau di sebut sebagai pembuat masalah. Kesempatan ini, saya luruskan bahwa saya dibilang pembuat masalah, korupsi berjamaah, saya berhentikan dibilang saya pembuat masalah, dan cara pandang yang keliru,” tukasnya sembari meminta agar seluruh ASN harus berbenah di awal tahun 2020. (ota/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: