dr. Arend Sebut Langka Pemkab Halut Tutup Akses Transportasi Sudah Tepat

Ketua Sekolah Tinggi Kesehatan dan Kebidanan Makariwo Tobelo, dr. Arend L Mapanawang.

TOBELO-PM.com, Setelah Bupati Halmahera Utara (Halut) Frans Manery mengeluarkan instruksi penutupan akses transportasi selama satu bulan penuh mendapat apresiasi dari Ketua Sekolah Tinggi Kesehatan dan Kebidanan Makariwo Tobelo dr. Arend L Mapanawang. Ia menyebut langka penutupan itu sudah tepat.

Pasalnya dr. Arend menilai tiga kasus positif Covid-19 di Kabupaten Halut semuanya punya riwayat perjalanan dari luar daerah. Dimana dua dari Makassar dan satu dari Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Dirinya menilai langkah ini menetup celah lokal transmisi atau penyebaran secara lokal.

"Penutupan jalur akses transportasi ini, langka yang tepat, sebab jika hanya orang di dalam Halut sampai kapan pun tidak terkena Covid-19, bahkan hingga masa infeksi selesai, yang jadi persoalan mobilitas orang dari luar begitu tinggi masuk di Halut," ujar Ketua Stikmah Tobelo ini.

Menurut Ia, tiga kasus positif Covid-19 di Halut seperti satu dari Demak yang lolos begitu mudah pada tanggal 13 April padahal sudah ada gejala dari luar, begitu juga peserta Jamaah Tablig dari Tobelo Selatan dan Malifut karena punya riwayat perjalanan dari Makassar. Masyrakat lokal Halut sangat taat familiar sementara virus itu dibawa dari daerah terpapar atau zona merah.

"Langka menutup akses transportasi sudah tepat, masyarakat Halut masi aman, jangan tambah kasus dari luar, sementara kita menunggu hasil tes dari keluarga pasien positif yang sudah terkontak," ujarnya.

dr. Arend menambahkan, semua kasus postif di Halut asalnya dair daerah terjangkit, hal ini membuktikan penanganan Covid-19 di Halut masih steril.

"Halut masih steril, sebab yang harus dijaga, kalau yang dua positif covid-19 dua dari Makassar dan satu positif dari Demak, artinya di Halut sangat steril, untuk itu mari sama-sama kita jaga, dengan menutup, dan mencegah orang luar masuk Halut, dan basudara orang Halut yang ada di tanah rantau bertahan dulu ditempat, kita ikut aturan penutupan akses dari 1 Mei hingga 1 Juni 2020, ini demi kebaikan kita semua," pungkasnya. (mar/red)

Komentar

Loading...