Dua Bulan TKD RSUD Morotai Belum Terbayar

RSUD Morotai

MOROTAI-PM.com, Ditengah situasi ekonomi merosot ditambah mewabahnya virus corona membuat sejumlah pegawai  yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Morotai merasa resah.

Pasalnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Morotai belum membayar Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) selama dua bulan, yakni Februari Maret 2020. Keresahan ini manjadi wajar karena jika TKD dibayarkan maka uang tersebut bisa menyambung hidup mereka. Misalnya untuk belanja kebutuhan ekonomi keluarga dan lainnya.

"Februari-Maret belum dibayar. Biasanya itu di rapelan dan dibayar 3 bulan punya, tapi rapelan juga tidak jelas. Saya dan teman-teman lain kecewa karena biasanya tiap bulan itu so cair. Kami itu butuh biaya hidup dan kebutuhan sehari hari kalau TKD- nya lambat cair, rata rata memang arahan kesana sih untuk kebutuhan ekonomi keluarga dan lainnya,"kata sejumlah pegawai yang enggan namanya disebutkan, Selasa (31/03/2020).

Mereka mengakui meski TKD belum dibayar,
spirit dan profesionalisme sebagai tenaga kesehatan tetap menjadi prioritas. Misalnya
pelayanan kesehatan terhadap masyarakat Morotai. "Kami tetap bekerja
secara profesional, melayani masyarakat di bidang kesehatan dan kegiatan dinas
lainnya,"ujar mereka.

Sementara Direktur (Dirut) RSUD Pulau Morotai, dr. Julius Gischard Kroons, ketika dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telpon membantah jika rumah sakit menunggak TKD bulan Februari milik para ASN itu. Bahkan, untuk meyakinkan kepada wartawan TKD sudah terbayar, dirinya menyambungkan juga dengan bendahara RSUD melalui percakapan lewat telpon.

"Untuk rumah sakit sudah dibayar dan bulan Januari - Februari sudah terbayar cuman untuk yang perawat dan bidan soal TKD dan bulan Maret sudah masuk di bank juga. Harusnya sih  BPD sudah bayar dari kemarin cuman tidak tahu kenapa BPD belum bayar,"tegasnya.

Ditanya soal TKD di dinas kesehatan, dirinya mengaku TKD milik ASN di dinkes juga diberlakukan sama seperti TKD milik ASN yang ada di RSUD Morotai. "Di dinkes juga sudah diproses dari Januari hingga Februari tapi kalau Maret dinkes saya belum tahu,"pungkasnya.(Ota/red)

Komentar

Loading...