Empat Suku Lingkar Tambang Dukung Program PT NHM

Foto Empat Suku dan Hi Robert Nitiyudo

TOBELO-PM.com, Empat suku di wilayah lingkar tambang PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) mati matian membela PT NHM dibawa kendali Hi Robert Nitiyudo. Empat suku itu langsung menyampaikan sikap tegas bahwa mendukung penuh program PT NHM untuk kesejahteraan masyarakat.

Empat suku yakni Suku Modole, Pagu, Boeng dan Suku Towiliko yang berada di wilayah lingkar tambang PT NHM itu menilai bahwa Presiden Direktur PT NHM Hi Robert Nitiyudo setelah mengambil saham NHM dari New Crast terdapat perubahan sangat besar Keperpihakan PT NHM terhadap kesejatraan Masyarakat lingkar tambang. Oleh sebab itu, Empat suku sangat mendukung semua program PT NHM baik itu program CSR maupun program Hi Robert Peduli.

Fanyira Suku Yunus Ngetje menjelaskan, sistem yang dilakukan PT NHM baik program Hi Robert Peduli dan Program CSR lewat PPM PT NHM sudah sangat jelas dan luar biasa. Bahkan bantuan yang diberikan tidak hanya saja dalam lingkar tambang tetapi hampir sebagian besar di wilayah Halut dan Malut.

"Begitupun soal penerimaan karyawan sudah sangat terbuka, pasalnya di lingkar tambang memang dipahami ada skill tertentu yang harus diambil dari luar. Meski demikian jika dikalkulasikan maka untuk karyawan lokal sudah 80 persen dan 20 persen nasional," Bebernya. Selasa (22/06)

Yunus menambahkan, ada beberapa orang yang hanya berfikir kepentingan perut mencoba mengganggu program PT NHM. Bahkan dengan dalil tidak ada kesejatraan dilingkar tambang. Pernyataan beberapa oknum itu, mendapat kecaman dari empat suku sebagai bukti bahwa Empat suku sangat mendukung program PT NHM karena suda memberikan bukti nyata bahwa melalui program PT NHM dibawa kendali Hi Robert Masyarakat tersentuh kesejatraan.

"Kita melihat ini sudah sangat terbuka soal perekrutan karyawan. Kami jelas mengecam pernyataan yang diutarakan Fahri dan sejumlah orang yang mengatasnamakan tokoh masyarakat. Selain itu, jelas juga coba dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk kepentingan, namun sebagai masyarakat adat tidak dilihat dari sudut pandang politik namun melihat dari pandangan masyarakat adat," terangnya.

Lanjut Ia menyebutkan, empat suku mengecam pernyataan kritik dari Mantan Kepala Desa Ngofakiaha Kecamatan Malifut Fahri Yamin menyebutkan Masyarakat lingkar tambang tidak sejatra lewat program Hi Robert Peduli dan Program CSR. Padahal soal pemberdayaan masyarakat dari haji Robert sudah dibicarakan sampai ke pemdes. Selanjutnya ketika dirubah sistem maka bukan terjadi ketidaksejahteraan.

"Ketika dialihkan ke BUMDes maka semua dilakukan untuk menyentuh bagi masyarakat secara langsung. Selaku lembaga dan masyarakat adat kami melihat itu lebih baik. Karena ketika kita lihat tidak efektif jika diberikan uang saja namun tak ada manfaat, maka dengan sistem ini kemudian diubah ke pemberdayaan. Bahkan saat ini sementara digodok untuk masuk ke BUMDes," terangnya.

Dijelaskannya, dalam pernyataan yang disebutkan akan dilakukan demo maka masyarakat adat akan siap memblokade aksi ini.

"Bagi kami PT NHM sudah sangat luar biasa, apalagi bantuan yang diberikan sudah sangat banyak baik untuk fakir miskin, janda, lansia dan termasuk ke lembaga adat. Ini sudah sangat besar jika dibandingkan dengan new creast," Akhirinya.(Mar/red)

Komentar

Loading...